Rebellion Esports Pecat Fearless setelah Rumor Pelecehan Seksual Beredar

portalutama.com – Manajemen organisasi e-sports Rebellion Esports pekan ini memecat salah satu atletnya yang berasal dari divisi Mobile Legends ( Rebellion Zion ).

Atlet yang dimaksud adalah Moch Dicky Setiawan, atau yang di skema kompetitif Mobile Legends dikenal dengan julukan ” Fearless “. Pemecatan ini dilakukan terkait rumor pelecehan seksual.

Pengumuman pemecatan Fearless melalui sebuah postingan yang diunggah akun resmi Rebellion Esports di Instagram dengan handle @rebellionesports.id.

Menurut Rebellion Esports, pihaknya terpaksa harus mengakhiri hubungan kontrak dengan Fearless karena ia melakukan tindakan yang dianggap tidak terpuji.

“Kami sebagai organisasi sangat menghargai wanita dan tidak mentolerir segala tindakan yang mendiskreditkan wanita,” tulis manajemen Rebellion Esports, dikutip KompasTekno dari akun Instagram @rebellionesports.id, Jumat (2/12/2022).

“Kami memohon maaf atas kejadian yang terjadi. Dan dengan ini, kami Rebellion Esports memutuskan secara resmi mengakhiri hubungan kontrak dengan Fearless,” imbuh Rebellion.

Tidak dijelaskan secara rinci apa maksud perilaku “mendiskreditkan wanita” yang menjadi penyebab utama Fearless harus diputus kontraknya oleh Rebellion Zion.

Namun berdasarkan rumor yang beredar di media sosial seperti Twitter dan TikTok, Fearless diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang wanita, dan narasi ini belakangan beredar dan viral di media sosial.

Belum bisa dipastikan apakah rumor tersebut benar atau tidak. Fearless juga belum memberikan tanggapannya setelah kabar penghentian kontrak dari Rebellion Esports.

Yang jelas, Fearless kini tak bisa lagi memperkuat Rebellion Zion di kompetisi-kompetisi Mobile Legends di masa depan, termasuk ajang bergengsi Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) musim kesebelas nanti.

Terkait perilaku salah satu atletnya ini, manajemen Rebellion Esports menambahkan bahwa pihaknya bakal memberikan edukasi kepada seluruh atletnya, supaya tak ada peristiwa yang sama di masa depan.

“Rebellion Esports akan membimbing seluruh anggota tim kami untuk mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas manajemen Rebellion Esports.

error: Content is protected !!