Google Cloud, secercah harapan di tengah penurunan pendapatan Alphabet

portalutama.com – Alphabet baru saja mengumumkan pendapatan mereka untuk Q3 2022. Hasilnya? Mengecewakan dan di bawah ekspektasi.

Tentu saja, “mengecewakan” di sini menjadi relatif. Sepanjang Juli-September 2022, Alphabet mencatatkan pendapatan sebesar 69,09 miliar atau naik 6% dibanding tahun lalu. Akan tetapi, angka ini jauh dari laju kenaikan tahun sebelumnya yang mencapai 41% dan di bawah di bawah estimasi pasar yang memprediksi di angka US$70,9 miliar.

Artinya pendapatan Alphabet tetap meningkat, namun dengan laju yang lebih lambat.

Pendapatan Alphabet yang di bawah ekspektasi ini tak lepas dari melambatnya pendapatan iklan. Pendapatan iklan Google di kuartal tiga ini mencapai US$54,5 miliar. Angka ini naik dibanding tahun lalu (US$53,1 miliar), namun lagi-lagi dengan laju melambat. Pendapatan Youtube bahkan menurun. Jika kuartal sebelumnya mencapai US$7,2 miliar, kuartal ini hanya US$7 miliar (atau turun 2%).

Menurunnya pendapatan iklan ini tidak lepas dari kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Ketika perusahaan menahan diri dalam belanja iklan, pendapatan Google pun langsung terpengaruh. Faktor kompetisi juga menyumbang penurunan performa Alphabet. Penurunan pendapatan Youtube tidak lepas dari melejitnya pengguna Tiktok yang membuat pengiklan beralih ke sana.

Fokus ke Produk Prioritas

Atas fakta ini, Alphabet akan melakukan beberapa antisipasi. “Kami akan mempertajam fokus pertumbuhan pada beberapa produk prioritas,” ungkap Sundar Pichai (CEO Alphabet).

Salah satu area yang potensial untuk dikejar pertumbuhannya adalah Google Cloud. Di kuartal ini, pendapatan Google Cloud tercatat US$6,9 miliar, naik signifikan dibanding tahun lalu (US$5 miliar). Selain itu, monetisasi Youtube juga akan ditingkatkan melalui Youtube Short yang menjadi senjata Alphabet bersaing dengan Tiktok.

Sementara Ruth Porat (CFO Alphabet), menyebut pentingnya memfokuskan sumber daya ke area prioritas yang memungkinkan Alphabet mengembalikan momentum. Salah satunya adalah di sisi talenta. Ruth menyebut, Alphabet tidak lagi agresif merekrut karyawan. Jika di kuartal tiga ini Alphabet menambah 130 ribu karyawan, kuartal depan jumlahnya tidak sampai setengahnya.

Alphabet belakangan ini juga aktif mengurangi unit bisnis yang tidak menjanjikan. Contohnya ketika mereka menghentikan proyek Stadia, platform cloud gaming di September kemarin. Google juga telah menghentikan pengembangan laptop Pixelbook dan mengurangi unit bisnis di area inkubator.

Laporan finansial Google ini bisa menggambarkan tantangan yang harus dihadapi perusahaan teknologi dalam beberapa kuartal terakhir. Kondisi ekonomi yang memburuk berdampak langsung terhadap pendapatan dari perusahaan teknologi. Jika raksasa seperti Google saja kena imbasnya, perusahaan lain kemungkinan akan menghadapi dampak yang lebih buruk.