Di Balik ChatGPT, Ada Bahaya Pembunuh Manusia Masa Depan

portalutama.com – Belakangan ChatGPT menjadi viral di internet. Layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) itu digadang-gadang sebagai masa depan.

Mengenai AI, Elon Musks sempat menyatakan ketakutannya soal kecerdasan buatan menjadi ancaman bagi manusia.

Pendiri Tesla khawatir bahwa segelintir perusahaan besar akan mengendalikan sistem AI dengan tingkat kekuatan “ekstrem”.

Menurut pendapat Musk, kecil kemungkinannya manusia akan aman dari sistem seperti itu.

“Mungkin ada peluang sukses lima hingga 10 persen [membuat AI aman],” katanya kepada staf Neuralink setelah menunjukkan kepada mereka sebuah film dokumenter tentang AI, dikutip dari The Independent, Senin (6/2/2023).

Dia juga memberi tahu mereka bahwa dirinya berinvestasi di DeepMind dengan tujuan mengawasi perkembangan AI Google.

Musk telah meminta perusahaan yang mengerjakan AI untuk memperlambat kinerja demi memastikan mereka secara tidak sengaja membangun sesuatu yang tidak aman.

“Antara Facebook, Google, dan Amazon – dan bisa dibilang Apple, tetapi mereka tampaknya peduli dengan privasi – mereka memiliki lebih banyak informasi tentang Anda daripada yang dapat Anda ingat,” katanya kepada Rolling Stone.

“Ada banyak risiko dalam konsentrasi kekuasaan. Jadi jika AGI [kecerdasan umum buatan] mewakili tingkat kekuatan yang ekstrem, haruskah itu dikendalikan oleh beberapa orang di Google tanpa pengawasan?” imbuhnya.

Meskipun dia tidak menjelaskan ancaman apa yang bisa ditimbulkannya, dia sebelumnya mengatakan bahwa AI adalah “risiko mendasar” bagi keberadaan peradaban manusia.

Dia percaya perkembangannya perlu diatur secara proaktif.

“Saya memiliki paparan AI paling canggih dan menurut saya orang-orang harus benar-benar memperhatikannya,” ujarnya pada bulan Juli.

“Saya terus membunyikan bel alarm, tetapi sampai orang melihat robot turun ke jalan membunuh orang, mereka tidak tahu bagaimana harus bereaksi karena tampaknya begitu halus.”

error: Content is protected !!