News  

INACA perkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan transportasi

Jakarta (ANTARA) – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) terus memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan transportasi udara dalam negeri juga internasional menyongsong kebangkitan sektor penerbangan saat pandemi COVID-19 yang terus melandai.

“Pada dasarnya INACA adalah mitra pemerintah, juga sebagai wadah maskapai penerbangan nasional yang mengupayakan kegiatan-kegiatan memajukan dan memperkuat kolaborasi industri penerbangan nasional,” kata Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dikatakan pada dua tahun lalu, hampir seluruh industri penerbangan dunia mengalami mimpi buruk karena satu persatu para penyedia jasa transportasi udara ‘undur diri’ untuk bersaing dikarenakan efek tekanan pandemi yang tidak dapat terelakkan. Termasuk di Indonesia sendiri yang selama pandemi terjadi, aktivitas penerbangan mengalami penurunan drastis hingga mencapai 90 persen terutama ketika masa pembatasan perjalanan diterapkan.

“Di sinilah peranan INACA sebagai Asosiasi Penerbangan Nasional lndonesia, sangat strategis dalam memperjuangkan aspirasi anggotanya baik yang berjadwal, tidak berjadwal maupun penerbangan kargo,” katanya.

Baca juga: INACA-Boeing sepakat pertahankan prosedur keselamatan penerbangan

Ia menambahkan bahwa sepanjang perjalanan Asosiasi ini telah banyak melakukan sejumlah terobosan dan langkah strategis dan semua berjalan dengan baik, dimana hal ini tidak lain karena harmonisasi hubungan kemitraan yang baik dengan instansi pemerintah, maupun dengan pihak penyedia layanan yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan penerbangan.

Ia juga mengatakan keberhasilan penerbangan nasional untuk kembali bangkit hingga sampai di titik ini, tentunya tidak terlepas dari peran penting para pemangku kepentingan penerbangan di Indonesia yang di tengah kondisi penuh tantangan ini, secara konsisten terus memberikan dukungan penuh agar operasional penerbangan dapat berlangsung dengan baik, baik dari sisi navigasi, ketersediaan bahan bakar, layanan jasa bandara, layanan perbaikan dan perawatan pesawat, produsen pesawat, dan jasa asuransi.

Ketua Dewan Pembina INACA, Irfan Setiaputra menjelaskan tahun 2022 menjadi pemantik semangat bagi para operator penerbangan untuk berbenah diri dalam menyambut fase pemulihan transportasi penerbangan sejalan dengan fenomena revenge tourism serta optimisme sektor ekonomi yang tumbuh signifikan di masa transisi dari pandemi menuju endemi saat ini.

Baca juga: INACA berupaya bangkitkan sektor penerbangan nasional

Di tahun inilah secara perlahan namun pasti, penerbangan di Indonesia mulai bergerak seiring dengan kesehatan masyarakat Indonesia yang menguat serta kepercayaan diri yang tumbuh untuk kembali menggunakan transportasi publik, khususnya jalur udara.

“Mudah-mudahan proyeksi kita di tahun 2026 dapat pulih seutuhnya atau sama seperti pada kondisi di masa sebelum pandemi dapat tercapai, dan penerbangan di Indonesia mampu kembali bersaing secara kompetitif di pasar global,” katanya.

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.