Lifestyle

6 Masalah Gigi Berlubang Walau Rajin Sikat Gigi

6 Masalah Gigi Berlubang Walau Rajin Sikat Gigi

PortalUtama.com – Mencegah gigi berlubang bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti rutin menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss.

Sayangnya, rutin melakukan kebiasaan baik itu saja tidak cukup. Kita juga perlu memastikan bahwa kebiasaan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut yang kita lakukan sudah tepat.

Ketika memiliki masalah gigi berlubang, penting juga untuk mengetahui penyebab gigi berlubang yang dialami sehingga dapat menemukan solusinya.
Penyebab gigi berlubang

Dokter gigi David Mitola, DDS, menyebutkan beberapa penyebab gigi berlubang yang bisa terjadi, sekalipun seseorang sudah rajin menyikat gigi, antara lain:

1. Genetika

Selain faktor kebersihan mulut dan makanan yang dikonsumsi, penelitian menunjukkan bahwa genetika juga dapat berperan sebagai penyebab gigi berlubang.

Menurut Mitola, ini bisa berkaitan dengan masalah gigi lainnya, seperti pembentukan email gigi, produksi air liur, atau bahkan respons imun.

Genetika juga dapat menentukan jenis bakteri yang hidup di mulut yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap gigi berlubang dan penyakit gusi.

“Peran genetika dalam penyakit gigi tidak sepenuhnya dipahami dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memprediksi pencegahan dan pengobatan dengan lebih baik,” kata Dr. Mitola.

2. Resesi gusi

Jika pernah memerhatikan garis gusi tiba-tiba semakin rendah, itu adalah masalah gigi dan mulut yang disebut resesi gusi. Resesi gusi adalah kondisi yang terjadi ketika bagian gusi di bawah lapisan email surut dan mengekspos permukaan akar.

Kondisi ini pada akhirnya juga bisa menjadi penyebab gigi berlubang. Sebab, permukaan akar gigi kita akan menjadi lebih tipis dan mengandung lebih sedikit kandungan mineral dibandingkan email, sehingga lebih rentan terhadap pembentukan gigi berlubang.

Faktor-faktor seperti penyakit periodontal, gigi palsu yang tidak pas dan penggunaan tembakau, dapat meningkatkan kemungkinan resesi gusi.

3. Sering menggertakkan gigi

Menggertakkan gigi, juga dikenal sebagai bruxism, adalah kebiasaan umum yang dapat menghambat kesehatan mulut kita. Sering menggertakkan gigi juga dapat menjadi salah satu penyebab gigi berlubang.

Mitola menjelaskan, tekanan yang diberikan pada gigi saat menggertakkannya dapat menyebabkan patah pada tambalan yang ada dan pada gigi itu sendiri. Hal itu membuat gigi lebih rentan terhadap pembentukan lubang.

Menggertakkan gigi juga bisa menyebabkan resesi gusi, yang pada akhirnya semakin meningkatkan risiko kerusakan gigi dan gigi berlubang.

“Penggunaan pelindung gigi pada malam hari yang dipakai saat tidur bisa menjadi cara efektif untuk meminimalkan efek negatif dari menggertakkan gigi,” kata Dr. Mitola.

4. Makanan yang dikonsumsi

“Meskipun sudah menerapkan kesehatan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dan flossing secara teratur, pola makan yang buruk juga sering kali bisa menjadi penyebab gigi berlubang,” kata Mitola.

Beberapa makanan dan minuman yang dapat menjadi penyebab gigi berlubang antara lain makanan manis seperti jus, minuman olahraga, soda, permen, dan sereal.

Tetapi, Mitola mengatakan ada jenis makanan lain yang buruk bagi gigi kita karena dapat meningkatkan peluang terkena kerusakan gigi.

5. Mulut kering

Penyebab gigi berlubang lainnya adalah mulut kering.

Mitola menjelaskan, seseorang dengan mulut kering kronis juga mungkin memiliki berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan gigi karena tidak menghasilkan cukup air liur, yang secara alami membantu membilas gigi.

Karena mulut kering seringkali merupakan efek samping dari masalah kesehatan lain, penting untuk mengkonsultasikannya dengan dokter untuk membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Untuk meringankan ketidaknyamanan mulut kering sementara, kita dapat menggunakan obat kumur bebas alkohol dan tablet isap yang dapat membantu menjaga kelembapan mulut.

6. Tongue tie atau berlidah pendek

Meski jarang, ada kemungkinan penyebab gigi berlubang adalah karena tongue tie atau berlidah pendek.

Menurut Mayo Clinic, kondisi yang umumnya turun-temurun ini terjadi ketika kita dilahirkan dengan jaringan yang sangat pendek, tebal atau ketat, yang disebut frenulum lingual, yang tetap melekat pada bagian bawah lidah.

Kondisi ini membatasi rentang gerak lidah. Itulah mengapa, orang dengan tongue tie kemungkinan akan kesulitan membersihkan sisa makanan dari gigi mereka. Akibatnya, ini dapat berkontribusi pada pembentukan gigi berlubang dan gingivitis (radang gusi).

Jika tongue tie menyebabkan masalah gigi dan mulut parah yang mengganggu kemampuan kita untuk makan atau berbicara, dokter kemungkinan akan merekomendasikan prosedur pembedahan untuk mengatasi masalah tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top