Thailand Persiapkan Kremasi untuk Korban Pembantaian Pusat Penitipan Anak

Tungku-tungku darurat yang terbuat dari bata tanah liat sedang dibangun, Senin (10/10), di halaman kuil Buddha di sebuah kota di timur laut Thailand untuk mengkremasi jasad sebagian besar korban pembantaian pekan lalu di sebuah pusat penitipan anak.

Serangan brutal dengan senjata api dan pisau pada Kamis lalu di Pusat Penitipan Anak di Uthai Sawan menewaskan 36 orang, termasuk 24 anak kecil. Tragedi tersebut merupakan insiden pembunuhan massal dengan korban terbanyak oleh seorang individu dalam sejarah negara itu.

Phra Kru Adisal Kijjanuwat, kepala biara dari kuil Rat Samakee, sekitar tiga kilometer dari lokasi pertumpahan darah, mengatakan 19 korban akan dikremasi dalam upacara bersama pada hari Selasa, mengakhiri upacara berkabung tiga hari untuk keluarga. Ia mengatakan mayat-mayat itu akan dikremasi pada saat yang sama di atas tungku pembakaran terbuka berbahan bakar arang untuk menghindari keharusan keluarga menunggu sampai berjam-jam untuk menyelesaikan upacara.

”Kami hanya memiliki satu tungku di kuil dan kami tidak akan dapat mengkremasi semua korban pada saat yang sama, dan saya tidak ingin ada keluarga yang harus menunggu proses kremasi yang lama,” kata Adisal, menjelaskan alasannya membangun tungku-tungku darurat. “Setelah melihat kesedihan mereka, saya pikir akan lebih baik jika kita dapat mengadakan upacara pada saat yang sama dan semua kerabat dapat melewati tahap akhir dari peristiwa yang menyakitkan ini bersama-sama.”

Seorang sukarelawan membantu meletakkan batu bata untuk membangun tungku kremasi di kuil Wat Rat Samakee di Uthai SawanlT. ...... ungku tersebut sedang dibangun pada hari Senin untuk mengkremasi tubuh sebagian besar korban muda dari pembantaian minggu lalu pada satu hari pusat perawatan oleh mantan polisi. (Foto AP/Sakchai Lalit)

Seorang sukarelawan membantu meletakkan batu bata untuk membangun tungku kremasi di kuil Wat Rat Samakee di Uthai SawanlT. …… ungku tersebut sedang dibangun pada hari Senin untuk mengkremasi tubuh sebagian besar korban muda dari pembantaian minggu lalu pada satu hari pusat perawatan oleh mantan polisi. (Foto AP/Sakchai Lalit)

Biksu itu mengatakan sejumlah tungku sementara juga sedang dibangun di dua kuil terdekat yang akan menampung korban-korban yang tersisa. Ia mengatakan bahwa lima keluarga telah memilih untuk melangsungkan upacara kremasi secara tersendiri.

Polisi mengidentifikasi pelaku pembantaian sebagai Panya Kamrap, 34, seorang sersan polisi yang dipecat awal tahun ini setelah didakwa melakukan pelanggaran narkoba.

Motif yang jelas untuk pembunuhan itu mungkin tidak akan pernah terungkap setelah Panya bunuh diri, tetapi polisi mengatakan mereka menganggap masalah keuangan dan perkawinannya, serta riwayat penggunaan narkoba, sebagai faktor.

Panya dikremasi Sabtu di provinsi tetangga setelah kuil-kuil di Uthai Sawan menolak untuk melakukannya, lapor media Thailand. [ab/ka]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.