Teknologi Realitas Maya Bantu Penghuni Panti Jompo Jelajahi ‘Dunia Baru’

Teknologi realitas maya diperkenalkan ke sejumlah panti wreda di Australia untuk membantu para penghuninya ‘melarikan diri’ dari tempat mereka tinggal.

Setelah COVID-19 mengisolasi penghuni panti selama dua tahun terakhir, proyek itu “mengubah segalanya” dan diharapkan dapat digunakan di lebih banyak pusat perawatan lansia.

Di bangsal demensia salah satu panti wreda di Australia, para penghuninya dibawa pergi ke sebuah dunia yang baru.

Dari menyaksikan pemandangan luar biasa gugusan terumbu karang di Great Barrier Reef, hingga menyusuri jalanan di kota London, Inggris, atau Jerman.

Teknologi realitas maya alias virtual reality digunakan untuk mewujudkannya, sekaligus untuk membantu para lansia menghidupkan kembali kenangan mereka, seperti yang dialami Jean Stoneman.

“Ini sangat mudah. Jerman itu negara yang menyenangkan untuk dikunjungi, ia punya banyak toko bagus, sangat cantik,” ujarnya.

Pengalaman itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi sang manajer panti wreda Arcare Aged Care Residence, Vicki Cain. Ia mengatakan, “Sungguh menyenangkan melihat orang-orang terhubung kembali dengan kenangan mereka.”

Menurut Cain, teknologi baru itu menjadi pelarian yang amat dibutuhkan para penghuni panti setelah selama dua tahun terakhir menjalani isolasi akibat pandemi COVID-19.

“Kami benar-benar tidak menyangka melihat hasilnya pada orang-orang dengan demensia, itu mungkin yang mengubah segalanya bagi kami,” tambahnya.

Leonie Sanderson, koordinator proyek tersebut, sepakat dengan Cain.

“Saya rasa pengalaman itu memberi orang-orang yang kurang lebih terperangkap selama lockdown atau terisolasi dari keluarga dan teman-teman mereka perasaan masih bisa menikmati dunia,” tukasnya.

Proyek itu dimungkinkan berkat dana hibah filantropi yang dipimpin oleh Universitas Teknologi Queensland.

Setelah uji coba yang sukses di tiga panti jompo di Queenland, universitas itu berencana memperluas proyek tersebut ke negara bagian Victoria dan mereka pun telah menerbitkan perangkat online yang bisa ditiru oleh panti wreda lain.

Evonne Miller dari Laboratorium Desain Universitas Teknologi Queensland mengatakan, “Sebenarnya, saat ini Realitas Maya tidak begitu sering digunakan orang, itu sebabnya rasanya menyenangkan ketika orang yang lebih tua mengatakan ‘Saya sudah melakukan sesuatu yang Anda belum lakukan loh.’” [rd/jm]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *