Tak Tanggung-tanggung! AS Kirim Lagi Bantuan Militer Rp 4 T ke Ukraina

portalutama.com – Amerika Serikat (AS) kembali mengirimkan paket bantuan militer tambahan senilai US$ 275 juta (Rp 4,2 triliun) kepada Ukraina , untuk menyokong serangan balasan terhadap pasukan Rusia yang menginvasi negara itu. Paket bantuan itu mencakup persenjataan canggih, seperti sistem roket HIMARS .

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Jumat (28/10/2022), sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya menyebut tidak akan ada persenjataan baru utama dalam paket bantuan tambahan itu.

Menurut para pejabat AS yang memahami rencana tersebut, paket bantuan tambahan untuk Ukraina itu sebagian besar bertujuan menambah pasokan ribuan butir peluru untuk sistem-sistem persenjataan yang sudah ada, termasuk lebih banyak peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

Pasukan Ukraina diketahui sukses menggunakan HIMARS dalam serangan-serangan balasan terhadap Rusia.

Detail soal paket bantuan tambahan untuk Ukraina itu belum disampaikan ke publik. Otoritas AS baru akan mengumumkan secara resmi paket bantuan militer tambahan itu pada Jumat (28/10) waktu setempat.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby menolak untuk mengonfirmasi detail paket bantuan tersebut dalam wawancara dengan media terkemuka CNN. Dia hanya menyebut tahap baru pengiriman persenjataan untuk Ukraina akan diumumkan ‘sangat, sangat segera’.

Lihat Video: Eks Penasihat AS: Putin Harus Siap Bunuh Diri Jika Pakai Nuklir

Paket bantuan militer tambahan untuk Ukraina itu dilakukan di bawah otoritas penarikan (drawdown) kepresidenan AS, yang memungkinkan Pentagon untuk mengambil persenjataan dari pasokannya sendiri dan dengan cepat mengirimkannya ke Ukraina.

Ditambah paket bantuan terbaru senilai US$ 275 juta itu, AS sejauh ini telah berkomitmen memberikan nyaris US$ 18 miliar dalam bentuk persenjataan dan peralatan lainnya kepada Ukraina, sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari lalu.

Pekan ini, para pejabat AS menyatakan Washington DC sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan peralatan pertahanan udara HAWK versi lebih tua dari pasokannya kepada Ukraina, untuk membantu pasukan Kiev mempertahankan diri dari gempuran rudal jelajah dan drone Rusia.