Sinode Para Uskup Siap Dilangsungkan pada 2023 dan 2024

Paus Fransiskus telah memutuskan untuk memperpanjang satu tahun konsultasi global yang panjang dari umat Katholik tentang masa depan Gereja Katholik, di tengah partisipasi terbatas warga awam dan tampaknya merupakan perlawanan terhadap reformasi yang dilakukannya.

Paus hari Minggu (16/10) mengumumkan bahwa pertemuan para uskup tahun 2023 yang direncanakan sekarang ini akan berlangsung dalam dua tahap, yaitu satu sesi pada Oktober 2023 dan yang kedua pada Oktober 2024. Hal ini untuk memberi lebih banyak waktu guna menemukan jalan ke depan.

Paus Fransiskus pada tahun 2021 membuka secara resmi proses konsultasi selama dua tahun dengan topik terkait “sinode” atau struktur gereja yang lebih terdesentralisasi dan peran warga awam yang lebih besar. Proses ini merupakan bagian dari tujuan jangka panjang Paus untuk menjadikan gereja lebih inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap masalah nyata yang dihadapi umat Katholik kebanyakan.

Sebagai bagian dari proses itu, Vatikan meminta pihak keuskupan, ordo agama dan kelompok-kelompok Katholik lainnya untuk memulai sesi mendengarkan di tingkat lokal sehingga umat Katholik dapat menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka pada gereja.

Konferensi para uskup bulan Agustus lalu telah melaporkan hasil pertemuan-pertemuan itu, dan baru-baru ini sebuah komite penyelenggara telah melangsungkan pertemuan di dekat Roma dan menyelesaikan dokumen sintesis. Tetapi partisipasi di sebagian konferensi keuskupan dilaporkan sangat minim.

Ketika mengumumkan perpanjangan sinode selama satu tahun, Paus Fransiskus mengatakan hasil tahap pertama ini sudah banyak “tetapi untuk mencapai kedewasaan penuh, kita tidak perlu terburu-buru.” Ditambahkannya, satu tahun lagi akan memungkinkan “perbedaan yang lebih luas.”

“Saya percaya keputusan ini akan mengarah pada pemahaman sinode sebagai dimensi konstitutif gereja, dan untuk membantu semua orang menjalaninya sebagai jalan saudara dan saudari yang memberikan kesaksian akan sukacita Injil,” ujar Paus.

Kantor Vatikan yang menyelenggarakan pertemuan itu telah memperpanjang batas waktu hingga beberapa bulan sehingga keuskupan biasa dan konferensi uskup dapat melaporkan hasilnya. Ditambahkan, keputusan untuk memperpanjang seluruh proses selama satu tahun lagi “akan mendorong refleksi yang lebih matang untuk kebaikan gereja yang lebih besar.” [em/lt]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.