Rusia: Satu-satunya yang Cegah Barat Perang adalah Senjata Nuklir!

portalutama.com – Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa senjata nuklir Rusia adalah satu-satunya faktor yang mencegah negara-negara Barat memulai perang dengan Rusia.

Dilansir kantor berita Reuters, Senin (26/12/2022), sekutu utama Presiden Vladimir Putin itu juga mengatakan bahwa Moskow akan melanjutkan perangnya di Ukraina sampai “rezim menjijikkan, hampir fasis” di Kyiv digulingkan dan negara itu didemiliterisasi total.

Hal itu disampaikan Medvedev dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Minggu(25/12) waktu setempat.

Medvedev, yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia , kerap mencela Barat, yang dia tuduh ingin memecah-belah Rusia untuk menguntungkan Ukraina.

“Apakah Barat siap melancarkan perang besar-besaran melawan kami, termasuk perang nuklir, di tangan Kyiv?” tulisnya dalam artikel 4.500 kata untuk surat kabar Rossiiskaya Gazeta.

“Satu-satunya hal yang mencegah musuh kita hari ini adalah pemahaman bahwa Rusia akan dipandu oleh dasar-dasar kebijakan negara … tentang pencegahan nuklir. Dan jika muncul ancaman nyata, itu akan menindak mereka,” imbuhnya.

Putin dan para pejabat senior Rusia lainnya telah berulang kali mengatakan bahwa kebijakan Rusia tentang senjata nuklir menyatakan bahwa senjata nuklir dapat digunakan jika ada ancaman terhadap integritas teritorial.

Menurut para ahli, Rusia memiliki persediaan senjata nuklir terbesar di dunia, dengan hampir 6.000 hulu ledak.

Lihat juga video ‘Pesan Menantang Zelensky untuk Rusia di Hari Natal’:

Awal bulan ini, Putin mengatakan risiko perang nuklir meningkat, tetapi bersikeras bahwa Rusia tidak “gila” dan melihat persenjataan nuklirnya sendiri sebagai pencegah pertahanan murni.

“Dunia Barat sedang menyeimbangkan antara keinginan membara untuk mempermalukan, menyinggung, memecah-belah, dan menghancurkan Rusia sebanyak mungkin, di satu sisi, dan keinginan untuk menghindari kiamat nuklir, di sisi lain,” tulis Medvedev.

Jika Rusia tidak mendapatkan jaminan keamanan yang dimintanya, katanya, “Dunia akan terus terhuyung-huyung di ambang Perang Dunia Ketiga dan bencana nuklir. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencegahnya”.

error: Content is protected !!