Presiden Biden Desak Rakyat AS untuk Vaksinasi Booster COVID

Presiden Joe Biden, Selasa (25/10) menerima suntikan booster kedua COVID-19 dan mendesak rakyat Amerika untuk melakukan hal serupa menjelang hari-hari libur penting di AS dan musim flu pada musim dingin ini. Tetapi dengan tidak ada lagi dana Kongres untuk bantuan COVID, bagaimana nasib negara-negara lain yang telah dijanjikan bantuan COVID oleh AS?

Presiden Joe Biden menerima vaksinasi COVID-19 keempat, Selasa (25/10), sambil mendesak seluruh rakyat Amerika melakukan hal yang sama dan membiasakan diri untuk mendapatkan booster tahunan.

Biden mengatakan, “Kami membawa pesan sederhana: Dapatkan vaksinasi. Perbarui vaksin Anda, dapatkan vaksin COVID Anda. Ini benar-benar efektif, tetapi kenyataannya, belum cukup banyak orang yang mendapatkannya.”

Gedung Putih telah meminta Kongres untuk menyetujui $22 miliar dolar untuk dana tanggapan COVID. Tetapi nasib permintaan itu belum diketahui sementara para pemilih akan memilih para anggota parlemen baru dalam beberapa minggu ke depan.

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre berbicara dalam pengarahan harian di Gedung Putih di Washington, Selasa, 25 Oktober 2022. (AP/Susan Walsh)

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre berbicara dalam pengarahan harian di Gedung Putih di Washington, Selasa, 25 Oktober 2022. (AP/Susan Walsh)

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengemukakan, “Kami telah menjelaskan kepada Kongres selama beberapa bulan terakhir mengenai betapa pentingnya melanjutkan pendanaan ini, untuk memprakarsai ini, jika Anda mau, untuk memastikan bahwa kita memiliki vaksin baru dan kita memiliki pengobatannya, melanjutkan pengobatan kepada orang-orang yang ditawarkan secara gratis.”

Dr. Ashish Jha, koordinator utama COVID-19 Gedung Putih mengatakan permintaan global vaksin telah berkurang dan Gedung Putih mengatakan kepada VOA bahwa AS telah mengirimkan sekitar 600 juta dosis sumbangan yang dijanjikannya. Ia mendesak rakyat Amerika untuk mendukung dilanjutkannya bantuan global itu.

Jha mengemukakan, “Di luar kepentingan pribadi, Amerika adalah negara yang sangat memberi perhatian di dunia. Presiden telah memulihkan kepemimpinan Amerika dalam kesehatan global, dengan cara yang sangat berbeda dengan presiden sebelumnya. Dan karena itu, dengan serangkaian alasan, sangat penting bagi Amerika untuk terus memimpin. $4 miliar adalah investasi kecil untuk melindungi rakyat Amerika dan dunia dengan lebih baik lagi.”

Para pakar kesehatan sependapat, tetapi mereka juga mengatakan tanggapan perlu disesuaikan sebagaimana halnya pandemi.

Dr. Krishna Udayakumar, direktur Duke Global Health Innovation Center mengatakan, “Sedikit sekali yang perlu kita lakukan sekarang untuk membeli lebih banyak vaksin. Kita sebenarnya telah membeli lebih banyak daripada yang diperlukan, kita sekarang ingin memastikan untuk membuat vaksin itu benar-benar disuntikkan. Selain itu, kita perlu memberi obat antiviral oral karena sedikit sekali yang telah dibeli untuk digunakan di luar AS. Kami juga perlu berinvestasi untuk membangun kemampuan dalam sistem kesehatan yang diperlukan agar para pasien dapat benar-benar dites dan mendapat akses ke perawatan yang mudah-mudahan akan mencegah sakit parah, mencegah rawat inap dan mencegah kematian.”

Para pejabat Gedung Putih mengakui bahwa ini adalah tugas besar yang mahal. Tetapi sementara mereka menunggu dana yang penting itu, mereka mendesak seluruh rakyat Amerika agar menyingsingkan lengan baju dan melakukan tugas mereka, divaksinasi. [uh/ab]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.

error: Content is protected !!