India Rayakan Diwali dengan Pesta Cahaya

Rakyat India, Senin (24/10), merayakan Diwali dengan pesta cahaya. Lampu warna-warni dinyalakan untuk menerangi rumah-rumah dan jalan-jalan di berbagai pelosok India untuk memperingati festival Hindu yang melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan itu.

Diwali, yang merupakan hari libur nasional di seluruh India, biasanya dirayakan dengan berkumpul dan bertukar hadiah dengan keluarga dan teman. Banyak lampu minyak atau lilin, dan kembang api dinyalakan sebagai bagian dari perayaan. Di malam hari, doa khusus didedikasikan untuk dewi Hindu Lakshmi, yang diyakini membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Menjelang perayaan tersebut, kota-kota di seluruh negeri dihiasi dengan lampu warna-warni. Jutaan orang India memadati bazar-bazar yang ramai untuk berbelanja, mengembalikan keceriaan Diwali yang sempat redup selama dua tahun terakhir karena pembatasan virus corona. Pasar-pasar ramai dengan para pembeli yang bersemangat membeli bunga, lentera, dan lilin yang dimaksudkan untuk menghias rumah dan kantor.

Saat senja tiba pada hari Minggu, lebih dari 1,5 juta lampu minyak dinyalakan dan terus menyala selama 45 menit di Ram ki Paidi, di tepi Sungai Saryu di kota Ayodhya di negara bagian Uttar Pradesh, mempertahankan Rekor Dunia Guinness yang ditetapkan tahun lalu.

Nitish Kumar, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan bahwa lebih dari 22.000 sukarelawan, mayoritas dari mereka mahasiswa, memastikan bahwa lampu-lampu minyak itu menyala selama waktu yang ditentukan untuk memecahkan rekor 900.000 lampu minyak menyala tahun lalu.

Umat Hindu percaya bahwa dewa Ram lahir di Ayodhya, di mana ia kembali setelah 14 tahun di pengasingan. Untuk merayakan kepulangannya, orang-orang menyalakan lampu minyak.

Kota suci itu dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni kecil menjelang acara itu dan pertunjukan laser serta kembang api menerangi jalur dan tepi sungainya. Ribuan penduduk juga menyalakan lampu di rumah-rumah dan kuil-kuil mereka di seluruh kota itu.

Pemandangan menakjubkan di sepanjang tepian Sungai Saryu itu juga disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Di tengah lantunan doa agama Hindu, Modi menyalakan lampu minyak dan melakukan “aarti” (ritual adat Hindu) yang melibatkan melambaikan lampu menyala di depan berhala.

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam peresmian acara 'Deepotsav' pada malam Diwali, festival cahaya Hindu, di Ayodhya, 23 Oktober 2022. (SANJAY KANOJIA / AFP)

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam peresmian acara ‘Deepotsav’ pada malam Diwali, festival cahaya Hindu, di Ayodhya, 23 Oktober 2022. (SANJAY KANOJIA / AFP)

Sebelumnya, Modi berdoa di kuil dewa Hindu Ram yang belum lama ini berdiri di bekas lokasi masjid Babri abad ke-16 yang dihancurkan di Ayodhya.

Masjid Babri dihancurkan oleh massa Hindu dengan kapak dan linggis pada Desember 1992, memicu bentrokan kekerasan besar-besaran Hindu-Muslim yang menewaskan sekitar 2.000 orang, kebanyakan dari mereka Muslim. Putusan Mahkamah Agung pada tahun 2019 memungkinkan sebuah kuil dibangun di tempat masjid yang dihancurkan itu.

Itu adalah kunjungan kedua Modi ke kuil tersebut sejak ia meletakkan fondasi pada tahun 2020 untuk pembangunannya. Modi dan partainya telah lama berjanji untuk membangun sebuah kuil untuk Ram di lokasi di mana masjid era Mughal tersebut pernah berdiri. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.