Deretan Pemimpin ISIS Tewas dalam Pertempuran

portalutama.com – Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS ) kembali kehilangan pemimpinnya. Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi, pemimpin ISIS yang baru ditunjuk pada Maret 2022, diumumkan tewas dalam pertempuran.

Kematian Hashimi pun menambah panjang deretan pemimpin ISIS yang tewas. Tercatat, ini kali ketiga pimpinan kelompok militan itu tewas dalam pertempuran yang diklaim sebagai “pertempuran dengan musuh Tuhan”.

Berikut deretan pemimpin ISIS yang tewas dalam pertempuran:

Abu Bakr al-Baghdadi menjadi pemimpin ISIS yang pertama kali tewas dalam pertempuran. Pendiri ISIS itu tewas meledakkan diri setelah terpojok pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang menggelar operasi di Idlib, Suriah.

Semasa hidup, Baghdadi dijuluki ‘Hantu’ karena memimpin ISIS tanpa banyak muncul ke publik. Baghdadi disebut mengawasi kejayaan dan runtuhnya ISIS dalam beberapa tahun terakhir dari lokasi rahasia, yang seringkali disebut berpindah-pindah demi menghindari pengejaran otoritas terkait.

Jarang terlihat di depan publik bahkan saat ISIS mencapai kejayaannya di Suriah dan Irak, Baghdadi yang merupakan warga asli Irak itu diyakini berusia 48 tahun. Dia dilaporkan menghilang saat wilayah kekuasaan ISIS menyusut dan aktivitas militan ISIS berubah menjadi jaringan sleeper cell (sel-sel tidur).

Baghdadi sempat beberapa kali dirumorkan terluka dan tewas sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematiannya pada Minggu (27/10) waktu setempat. Trump menyebut bahwa Baghdadi tewas meledakkan dirinya sendiri saat terpojok oleh operasi militer AS di Suriah.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Setelah Abu Bakr al-Baghdadi tewas, ISIS pun menunjuk Abu Ibrahim al-Qurashi. Namun, Ibrahim juga bernasib serupa dengan Baghdadi, tewas dalam pertempuran.

Ibrahim tewas meledakkan diri pada awal Februari lalu saat diserbu tentara Amerika Serikat (AS) di Idlib, barat laut Suriah, sebuah daerah yang dikendalikan oleh para jihadis saingannya.

Menurut Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sejumlah pejabat AS, saat pasukan khusus AS mendekati persembunyian Ibrahim di Suriah pada Kamis (3/2) dini hari waktu setempat, dia memicu sebuah ledakan yang menewaskan dirinya dan anggota keluarganya sendiri, termasuk anak-anak.

Pasca-kematian Abu Ibrahim al-Qurashi, ISIS kemudian menunjuk Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi pada Maret 2022. Nasih Hashimi juga sama seperti para pendahulunya, tewas dalam sebuah pertempuran.

Kematian Hashimi diumumkan ISIS pada Rabu (30/11) kemarin. Juru bicara ISIS mengungkapkan bahwa Hashimi yang merupakan warga Irak tewas dalam “pertempuran dengan musuh Tuhan”. Tidak dijelaskan lebih jauh kapan Hashimi tewas.

Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan Hashimi tewas dalam operasi yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di provinsi Daraa di Suriah selatan pada pertengahan Oktober.

Provinsi Daraa sebagian besar dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak yang telah mencapai kesepahaman dengan rezim Suriah. Pada pertengahan Oktober lalu, pemerintah Suriah mengatakan telah melancarkan operasi gabungan melawan ISIS dengan mantan pemberontak di selatan provinsi itu.

Kini, ISIS pun menunjuk pemimpin baru, yakni Abu al-Husayn al-Husayni al-Qurashi, untuk menggantikan Hashimi.

error: Content is protected !!