BTS Hadapi Kemungkinan Wajib Militer

Militer Korea Selatan tampaknya ingin mengharuskan semua anggota supergrup K-pop BTS menjalani wajib militer, sementara publik masih terbelah mengenai apakah mereka harus diberi pengecualian.

Lee Ki Sik, komisaris Administrasi Tenaga Kerja Militer, mengatakan kepada parlemen, Jumat (7/10), para anggota BTS diharapkan memenuhi tugas militer mereka untuk memastikan keadilan dalam dinas militer negara itu.

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Lee Jong-sup membuat komentar yang hampir sama tentang BTS pada pertemuan komisi parlemen, dan Menteri Kebudayaan Park Bo Gyoon mengatakan kementeriannya akan segera mengambil sikap tentang masalah ini.

Apakah tujuh anggota BTS harus menjalani wajib militer atau tidak adalah salah satu masalah terhangat di Korea Selatan saat ini karena anggota tertuanya, Jin, menghadapi kemungkinan pendaftaran awal tahun depan setelah berusia 30 tahun pada bulan Desember.

Berdasar undang-undang Korea Selatan, semua pria berbadan sehat diwajibkan menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan. Tetapi undang-undang itu memberi pengecualian khusus bagi atlet, musisi klasik dan tradisional, dan penari yang telah memenangkan hadiah utama dalam kompetisi-kompetisi tertentu yang dapat meningkatkan citra nasional.

Tanpa merevisi undang-undang, pemerintah dapat mengambil langkah untuk memberi pengecualian khusus. Namun, pengecualian-pengecualian yang diberikan pada masa lalu memicu perdebatan serius tentang keadilan.

Wajib militer memaksa para pemuda Korea Selatan menangguhkan karir atau studi profesional mereka. Penghindaran tugas militer atau pembuatan pengecualian adalah masalah yang sangat sensitif.

Dalam survei baru-baru ini, sekitar 61% responden mendukung pemberian pengecualian untuk seniman-seniman penghibur seperti BTS, sementara pada survei lain, sekitar 54% responden mengatakan para anggota BTS harus bertugas dalam militer.

Beberapa amandemen undang-undang wajib militer yang akan membuka jalan bagi para anggota BTS untuk dibebaskan telah diperkenalkan di Majelis Nasional. Namun, parlemen belum mengambil keputusan, dan para anggotanya terbelah tajam mengenai masalah itu.

Langkah-langkah sebelumnya oleh pemerintah untuk kemungkinan memberi pengucualian terhadap BTS telah mengundang reaksi publik.

Anggota band K-pop Korea Selatan BTS berpose di depan fotografer untuk memperkenalkan single baru 'Butter' di Seoul, Korea Selatan, 21 Mei 2021. (Foto: AP)

Anggota band K-pop Korea Selatan BTS berpose di depan fotografer untuk memperkenalkan single baru ‘Butter’ di Seoul, Korea Selatan, 21 Mei 2021. (Foto: AP)

Lee, Menteri Pertahanan, sebelumnya mengatakan ia telah memerintahkan para pejabat untuk mempertimbangkan melakukan survei publik untuk membantu menentukan apakah akan memberikan pengecualian kepada BTS. Namun Kementerian Pertahanan kemudian mengatakan tidak akan melakukan survei semacam itu.

Pada bulan Agustus, Lee mengatakan jika anggota BTS bergabung dengan militer, mereka kemungkinan akan diizinkan terus berlatih dan bergabung dengan para anggota BTS yang sedang tidak menjalani wajib militer dalam tur-tur grup itu di luar negeri.

Orang-orang yang mendapat pengecualian wajib militer dibebaskan dari militer setelah tiga pekan pelatihan dasar. Mereka juga diharuskan melakukan 544 jam kerja sukarela dan terus mengabdi dalam bidang profesionalnya selama 34 bulan. [ab/ka]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.