Al-Shabab Hadapi Penolakan di Wilayah Somalia Ethiopia

Wilayah Somalia di Ethiopia memobilisasi warga untuk melawan kelompok militan al-Shabab untuk mencegah serangan lebih lanjut oleh kelompok tersebut.

Wilayah itu telah dikenal sebagai wilayah yang paling damai di Ethiopia sejak Perdana Menteri Abiy Ahmed berkuasa pada 2018. Tapi ketenangan tersebut diuji tiga minggu lalu ketika pejuang al-Shabab memaksa masuk ke wilayah itu, sehingga memicu konfrontasi mematikan jauh di jantung Ethiopia.

Ethiopia kini telah mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan untuk kemungkinan melancarkan operasi militer melawan al-Shabab. Namun wilayah Somalia juga memobilisasi tokoh masyarakat termasuk ulama, perempuan dan tetua adat.

Para pemimpin bisnis telah menjanjikan dana dan para penggembala telah menyumbangkan ternak untuk pasukan keamanan. Tujuan yang jelas adalah untuk melawan penyusupan ideologi al-Shabab di wilayah yang dikenal dengan toleransi dan kehidupan yang damai antara berbagai komunitas agama di sana.

Sheikh Mohamed Hassan Burawi adalah salah seorang ulama yang berbicara menentang al-Shabab dalam pertemuan yang diselenggarakan pemerintah baru-baru ini di ibu kota wilayah tersebut, Jigjiga.

“Mereka ingin memanipulasi orang dengan mengatakan mereka ingin menyebarkan agama dan jihad,” kata Burawi kepada VOA Somalia dalam sebuah wawancara telepon. “Kita harus menyadarkan orang-orang bahwa apa yang dikhotbahkan oleh orang-orang ini bukanlah jihad, tetapi menyimpang dari ajaran agama.”

Burawi mengatakan wilayah Somalia tidak memerlukan intervensi al-Shabab, dan mengatakan para ulama wajib berbicara di masjid dan menginformasikan kepada publik tentang organisasi militan itu.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk berbicara,” katanya. “Kita seharusnya tidak memberi orang-orang ini kesempatan, pemerintah tidak boleh memberi mereka kesempatan, dan para ulama tidak boleh memberi mereka kesempatan. Kita harus menghentikan mereka di sini.”

Meskipun kelompok-kelompok ekstremis di Somalia sejauh ini gagal mendirikan pangkalan permanen di Ethiopia, mereka berhasil merekrut warga sebagai anggota. Ali Diyaar, komandan front al-Shabab di Ethiopia, dan beberapa komandan lain yang dilaporkan terlibat dalam serangan baru-baru ini berasal dari wilayah tersebut. Al-Shabab juga melakukan perekrutan anggota dari komunitas Ethiopia lainnya, termasuk dari Oromo. [lt/ka]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *