Lima tips memasak memakai madu ala chef

portalutama.com – Selain dinikmati secara langsung, madu juga bisa dipakai untuk memasak, salah satunya adalah madu kayan.

Madu kayan adalah hasil panen dari pohon-pohon tinggi di kawasan hutan tersebut, di mana masyarakat memanen di tengah kegelapan malam sambil tetap menjaga kelestarian hutan.

Alumni Masterchef Indonesia musim ketujuh, Mariska Tracy, memberikan tips menggunakan madu kayan untuk memasak. Simak kiat-kiatnya berikut ini, dikutip dari keterangan resmi, Kamis.

Pilih madu berkualitas

Setiap jenis madu punya rasa yang khas, tergantung jenis bunga yang diisap oleh lebahnya. Lalu, apa yang bikin madu Kayan berbeda?

“Cita rasanya manis, tapi tidak terlalu manis. Ada aroma dan rasa khas bunga hutan. Teksturnya lebih cair daripada madu lain yang cenderung kental. Ada buihnya, yang menunjukkan madu itu masih alami. Itu berarti kualitasnya bagus dan belum terjamah banyak proses,” kata Mariska.

Ia juga menyebutkan, madu yang bagus pasti harganya jauh lebih mahal daripada madu di pasaran. Dari sisi rasa pun berbeda. Cita rasa madu berkualitas kurang bagus hanya sekadar manis seperti gula, sementara madu berkualitas bagus memiliki rasa manis yang khas. Kualitas madu akan menentukan hasil akhir suatu masakan atau kue.

Rasa madu kayan memang khas dan tajam karena sumber pakan lebahnya adalah beragam bunga hutan yang masih sangat asri. Musim panen madu yang hanya setahun sekali mengikuti musim bunga di hutan.

Lebah mulai banyak mengitari hutan, ketika bunga-bunga hutan mulai bermekaran. Ketika bunga sudah berubah menjadi buah sebesar ibu jari, barulah madu dipanen. Agar pemanen tak disengat lebah, panen dilakukan di kegelapan malam, ketika bulan mati atau tidak ada cahaya langit sama sekali.

Memanen madu bisa dilakukan hingga dini hari. Jika pada satu pohon terdapat banyak sarang madu, waktu satu malam tidak cukup untuk memanen. Bahkan, kalau di pohon itu terdapat 40 sarang atau lebih, waktu panen bisa sampai tiga hari. Itu pun tidak semua dipanen. Sarang yang lokasinya sulit dijangkau akan ditinggalkan dan dibiarkan mengering.

Pengganti gula

Madu tak cuma memberi rasa manis, tapi bisa jadi bahan panggang seperti gula. Bedanya, madu lebih bergizi karena mengandung mineral dan antioksidan.

Kalau pakai madu, masakan mudah terkaramelisasi, sehingga tampilan masakan jadi lebih shiny. Hanya saja, untuk proses membuat kue, madu belum bisa seratus persen menggantikan gula. Misalnya, untuk mengocok whipping cream atau putih telur, kita tetap memerlukan gula pasir,” kata Mariska.

Kue atau kudapan yang menggunakan madu cocok bagi mereka yang tidak suka makanan terlalu manis, karena manisnya madu tidak sekuat manisnya gula. Di samping itu, kue berbahan madu bisa menjadi ide jualan kue premium, karena menggunakan madu berkualitas yang harganya mahal.

Simpan di suhu ruang

Menurut Mariska, madu bisa awet dalam waktu panjang dalam kondisi tertentu.

“Madu bisa awet hingga bertahun-tahun, kalau tempat penyimpanannya higienis. Sebaiknya madu ditempatkan di botol kaca atau plastik dan disimpan di suhu ruang yang sejuk dan kering. Bagusnya lagi, madu alam seperti madu Kayan tak mengenal masa kedaluwarsa,” kata Mariska.

Pas dengan bahan lain

Madu yang identik dengan manis ternyata tak melulu untuk membuat makanan manis seperti dessert. Madu pun bisa digunakan untuk memasak hidangan savoury.

“Kita bisa membuat bermacam minuman manis dengan madu, juga kue, puding, panna cotta, dan sebagainya. Untuk menu masakan, madu bisa digunakan untuk membuat ayam panggang, saus asam manis, maupun salad dressing,” kata Mariska, yang membuat cake madu tanpa dipanggang.

Untuk membuat makanan penutup, madu juga serasi dikombinasikan dengan berbagai bahan, antara lain bahan yang mengandung asam, seperti jeruk nipis, lemon, yogurt, susu, mentega, dan krim. Sedangkan untuk membuat makanan gurih, madu sangat cocok dengan daging, seafood, dan bermacam sayuran untuk salad.

Jangan masak di suhu tinggi

Mariska menjelaskan cara terbaik mengonsumsi madu agar khasiatnya tidak lenyap adalah dengan konsumsi langsung atau dicampur dengan air hangat, bukan air panas. Ia menyarankan agar kita tidak memasak atau menggunakan madu dengan suhu tinggi, seperti memanggang atau membakar, karena akan merusak madu.

“Jika menginginkan madu jadi bahan masakan, sebaiknya tuang di tahap akhir, saat makanan sudah selesai dimasak dan sudah tidak terlalu panas. Atau, untuk dijadikan olesan. Kalau memerlukan madu untuk memasak dengan suhu tinggi, misalnya honey chicken wings, pakailah madu dengan kualitas biasa yang harganya terbilang murah. Karena, kita tidak mengejar khasiatnya, tapi ingin mendapatkan rasa madu yang membuat cita rasa masakan jadi legit,” kata Mariska.

error: Content is protected !!