Apakah Benar Bayi Akan Demam Saat Tumbuh Gigi?

portalutama.com – Seringnya, ibu berpikir bahwa demam pada anak disebabkan karena sedang tumbuh gigi. Tumbuh gigi pada bayi memang menjadi suatu hal yang menyakitkan baginya. Bayi menjadi tidak nyaman dengan dirinya sehingga membuatnya lebih cengeng dan rewel.

Terkadang, demam juga bisa menyertai gejala tumbuh gigi pada bayi. Namun, benarkah anak pasti demam saat tumbuh gigi? Ataukah ada hal lain yang menjadi penyebabnya?

Demam naik turun, apakah tanda anak sedang tumbuh gigi?

Ternyata, anak demam karena tumbuh gigi hanyalah mitos belaka. Tidak ada fakta atau penelitian yang menunjukkan bahwa demam pasti terjadi pada bayi yang sedang mengalami pertumbuhan gigi.

Prof. Melissa Wake, peneliti dari Centre for Community Child Health di Royal Children’s Hospital di Melbourne, pun telah melakukan penelitian tentang hal ini pada tahun 1990-an.

Hasil dari penelitian tersebut mengatakan bahwa bayi tidak mengalami peningkatan suhu yang signifikan saat mereka tumbuh gigi.

Tapi, demam saat tumbuh gigi pada bayi mungkin saja terjadi. Ini bukan karena sedang tumbuh gigi, tapi lebih kepada karena anak terkena infeksi dari luar yang menyebabkan bayi mengalami panas.

Adanya kuman atau bakteri yang masuk ke tubuh bayi dapat menyebabkan infeksi sehingga demam muncul sebagai respons dari tubuh dalam melawan zat asing.

Tumbuh gigi pada bayi biasanya dimulai pada usia 4 sampai 7 bulan dan berakhir kira-kira pada usia 24 bulan.

Pada usia ini, biasanya bayi sedang senang-senangnya belajar mengenai hal baru. Apa pun yang ada di genggamannya bisa saja masuk ke mulut bayi.

Benda-benda apa pun dapat digigit atau dijilat oleh bayi untuk menenangkan gusinya yang akan tumbuh gigi.

Padahal, benda tersebut mungkin saja mengandung kuman dan bakteri.

Hal ini membuat kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh bayi sehingga mengakibatkan bayi mengalami demam, diare, atau pilek.

Selain itu, Anda perlu memantau terus suhu tubuh si Kecil. Pastikan suhu tubuh anak Anda tidak lebih dari suhu tubuh normal, yakni 37,5 derajat Celsius.

Apabila suhu tubuh lebih dari batas normal bahkan hingga 40 derajat Celsius, maka termasuk demam yang berbahaya dan harus segera diperiksakan ke dokter sebelum terlambat.

ARTIKEL TERKAIT

BAYI SATU TAHUN PERTAMA

Mengenal Waktu Bayi Bisa Duduk dan Cara Melatihnya

Salah satu hal dalam benak kebanyakan orangtua yang mungkin paling sering ditanyakan dalam mengasuh anak, yakni umur berapa biasanya bayi bisa duduk. Momen bayi belajar hingga akhirnya bisa duduk ini merupakan salah satu tonggak pencapaian yang paling penting dalam tumbuh kembangnya. Selain itu, kemampuannya yang bisa duduk sendiri menjadi bagian dari proses perkembangan motorik dan fisik […]

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto• Aug 30

Berapa lama anak demam saat tumbuh gigi?

Demam yang sering dialami oleh anak kecil merupakan suatu bentuk respons alami tubuh untuk melawan infeksi seperti batuk dan pilek.

Menurut situs NHS, demam pada anak umumnya berlangsung selama 3 hingga 4 hari. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa serta merta langsung dijadikan patokan.

Pasalnya, durasi atau lamanya anak demam yang terjadi bersamaan dengan tumbuh gigi dapat bervariasi tergantung pada daya tahan tubuh si Kecil untuk melawan infeksi.

Meski demikian, Anda harus terus mengawasi si Kecil terlebih bila timbul demam disertai gejala lain yang serius, seperti kejang atau demam tidak kunjung selama lebih dari 7 hari.

Ketika mendapati keluhan seperti itu, sebaiknya segera memeriksakan buah hati Anda ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Apa ciri-ciri bayi mau tumbuh gigi?

Sudah dijelaskan di atas bahwa demam bukan merupakan tanda bayi tumbuh gigi.

Namun, demam bisa saja muncul bersama dengan gejala lainnya saat bayi sedang tumbuh gigi, terutama ketika si Kecil mengalami infeksi lainnya.

Lalu, apa yang dapat menandakan bahwa bayi sedang tumbuh gigi?

Berikut ini merupakan ciri-ciri umum bayi sedang tumbuh gigi, di antaranya.

    Sering mengeluarkan air liur.

    Gusi bengkak atau memerah.

    Mudah marah.

    Lebih rewel dan lebih sering menangis dari biasanya.

    Sulit tidur.

    Sering terlihat berusaha menggigit, mengunyah, atau mengisap sesuatu.

    Suka menggosok-gosok wajahnya.

    Kurang nafsu makan.

    Suka mengusap telinganya.

    Gigi yang terlihat di bawah gusi.

Jika bayi Anda menunjukkan beberapa tanda-tanda tersebut, kemungkinan besar bayi Anda sedang tumbuh gigi.

Tanda-tanda tersebut bisa berlangsung hanya beberapa hari sampai saatnya gigi bayi benar-benar baru muncul.

Akan tetapi, bayi yang sedang tumbuh gigi juga kadang tidak memunculkan tanda atau gejala apapun.

Hal ini membuat orangtua kesulitan mengetahui kapan bayinya mulai tumbuh gigi sebelum giginya benar-benar muncul.

ARTIKEL TERKAIT

BAYI SATU TAHUN PERTAMA

Benarkah Bayi yang Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit?

Pada kondisi tertentu, Anda mungkin perlu menjalani operasi caesar demi keselamatan ibu dan bayi. Namun, di sisi lain, ada pendapat yang mengatakan bahwa bayi yang lahir caesar lebih sering sakit daripada bayi yang dilahirkan lewat persalinan normal (pervaginam). Benarkah begitu? Yuk, simak penjelasannya di sini! Benarkah bayi yang lahir caesar lebih gampang sakit? Perbedaan utama dari bayi […]

Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG• Feb 18

Apa yang harus dilakukan ketika anak demam karena tumbuh gigi?

Demam yang terjadi bersamaan dengan anak tumbuh gigi memang membuat rasa tak nyaman pada si Kecil.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada beragam cara yang bisa Anda lakukan ketika anak panas yang bersamaan dengan tumbuh gigi, di antaranya sebagai berikut.

1. Bersihkan gusi bayi

Gunakan jari bersih atau kain kasa basah untuk menggosok gusi bayi Anda.

Sambil membersihkan, berikanlah sedikit tekanan yang diyakini dapat meringankan ketidaknyamanan yang dirasakan bayi akibat tumbuh gigi.

2. Minum obat penurun demam

Jika anak rewel, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri atau demam khusus anak-anak seperti ibuprofen.

Pastikan Anda mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan. Namun, bila Anda ragu dapat mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter.

3. Berikan ASI yang cukup

Saat Anda menyadari si Kecil mengalami demam, berikanlah minum ASI sedikit demi sedikit tapi sesering mungkin.

Hal ini akan membantu menurunkan suhu tubuh dan menggantikan cairan yang hilang melalui keringat.

Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

Apa jenis kelamin anak Anda?

Laki-laki

Wanita

Tanggal lahir (atau hari perkiraan lahir)