5 Game Seru untuk Mengasah Kecerdasan Kinestetik Anak

portalutama.com – Jakarta Kecerdasan kinestetik mengacu pada kemampuan anak dalam mengoordinasikan tubuh dan pikirannya. Tipe kecerdasan kinestetik diukur dari kemampuan anak dalam menggunakan fisiknya untuk memanipulasi objek dan elemen lainnya di sekitar mereka. Gaya belajar anak yang memiliki kecerdasan kinestetik tentunya berbeda dengan gaya belajar anak yang memiliki tipe kecerdasan lainnya. Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik menyukai kegiatan eksperimen melalui gerakan.

Melansir dari shaneschools.com, anak dengan kecerdasan kinestetik cenderung menyukai hal sebagai berikut:

– Suka melakukan kegiatan atau suatu hal dengan tanganya.

– Menggunakan tangan dan tubuhnya saat berbicara atau mendeskripsikan sesuatu.

– Tidak suka duduk diam untuk periode waktu yang lama.

– Merespon baik kegiatan menggunakan fisik yang memungkinkan mereka untuk bergerak dan menyentuh hal disekitar mereka.

Untuk mengasah kecerdasan kinestetik anak, dapat dilakukan dengan berbagai games dan kegiatan seperti yang sudah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Jumping Rows

Permainan jumping rows dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang saling berkompetisi ataupun hanya dengan satu orang berkompetisi melawan waktu. Cara bermain game satu ini sangat mudah. Letakan dua kertas bertuliskan “start” dan “finish” pada kedua ujung baris. Kedua anak yang bermain akan berkompetisi dari kertas pertama menuju kertas kedua. Bagi anak yang sampai duluan pada kertas “finish” maka dialah pemenangnya.

2. Tebak-Tebakan (Charades)

Game tebak-tebakan tentunya sudah tidak asing lagi bagi anak-anak. Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik cenderung menyukai permainan ini karena permainan ini memerlukan pemainnya untuk menggunakan seluruh tubuh mereka dalam mendeskripsikan kata yang menjadi target tebak-tebakan. Game charades dapat dilakukan bersama orangtua maupun teman sebaya anak. Mengutip dari shaneschool.com, berikut cara bermain charades untuk mengasah kecerdasan kinestetik anak:

Persiapan:

– Buat kartu berisikan target kosakata, dapat berupa nama hewan, olahraga, ataupun kata kerja.

– Tuliskan satu kata pada setiap kartu, lalu acak kartu.

Cara Bermain:

– Minta anak untuk memilih satu kartu yang sudah diacak.

– Setelah melihat kata yang tertera di kartu, anak harus mendeskripsikan kata tersebut dengan gerakan tubuhnya.

– Teman satu timnya harus berusaha menebak kata tersebut dan tim yang menebak paling banyak kata dengan benar akan menjadi pemenangnya.

3. Lego

Melansir dari whatdoesmammasay.com, anak yang memiliki kecerdasan kinestetik cenderung senang belajar dan melakukan kegiatan dengan tangannya. Mereka belajar melalui gerakan dan sentuhan. Oleh karena itu, lego dapat menjadi salah satu game yang mampu menjadi kegiatan dalam mengasah kecerdasan kinestetik anak. Bermain lego dapat melatih kreativitas dan kontrol tangan anak selama berusaha membuat atau membangun sesuatu dari potongan-potongan lego.

4. Petak Umpat

Bermain petak umpat dapat menjadi pilihan game untuk mengasah kecerdasan kinestetik anak. Bermain petak umpat dapat dilakukan dengan menyembunyikan beberapa benda atau kartu berisikan kata-kata yang nantinya harus ditemukan oleh anak. Game petak umpat tentunya akan menjadi favorit anak dengan kecerdasan kinestetik karena mereka tidak diharuskan hanya duduk diam saja dalam memainkan game ini.

Bermain petak umpat sambil belajar dapat dilakukan dengan menggunakan kartu berisikan kata-kata yang ingin dijadikan topik pembelajaran. Misalnya belajar tentang warna, maka isilah kartu-kartu tersebut dengan nama-nama warna lalu sembunyikan di suatu tempat. Setelah itu, minta anak untuk menemukan kartu yang berisi tulisan warna tertentu yang sudah disembunyikan sebelumnya. Game yang satu ini dapat dicoba oleh para orang tua dengan anak yang memiliki kecerdasan kinestetik.

5. Playdough

Sama seperti Lego, playdough merupakan game yang sangat disukai oleh anak-anak, terutama mereka yang memiliki kecerdasan kinestetik. Anak-anak cenderung suka menusuk, meremas, menggulung, memotong, menekan, dan membuat sesuatu menggunakan lilin mainan dari playdough.

Melansir dari whatdoesmammasay.com, selain mengasah kecerdasan kinestetik, bermain playdough juga dapat memperkuat otot jari dan tangan (bagian tubuh penting untuk menulis). Bermain playdough juga bisa dilakukan sambil belajar mengenai warna dan bentuk benda-benda yang ada di sekitar mereka.

Penulis: Frida Anggi Pratasya

#Women for Women