5 Faktor yang Bantu Anak Sukses Selain IQ, Salah Satunya Validasi Emosi

portalutama.com – Memiliki anak sukses menjadi dambaan banyak orang tua. Berbagai pendidikan, baik formal dan informal diberikan sejak kecil demi memberi bekal untuk kesuksesan anak-anaknya di masa datang.

Berbicara kesuksesan, tentunya kita sepakat bahwa hal itu akan diraih oleh orang-orang yang tekun. Selain itu, kesuksesan juga diperoleh dari kerja keras dan kerja cerdas dalam melakukan sesuatu.

Psikolog anak, Michele Borba menyebut bahwa ketekunan adalah kemampuan nomor satu yang akan mengantarkan seseorang menuju kesuksesan.

Anak yang tekun, biasanya tidak akan mudah putus asa menghadapi sesuatu. Rasa percaya diri akan membuat mereka gigih dalam mencapai tujuan. Sehingga tidak mudah putus asa ketika alami kegagalan.

Apakah IQ penentu kesuksesan?

Selama ini, banyak orang tua berpikir bahwa IQ berperan utama dalam kesuksesan seorang anak. Itu sebabnya, banyak yang merasa bangga ketika memiliki IQ tinggi.

Namun, IQ yang tinggi tidak begitu saja menjadi satu-satunya faktor pendukung kesuksesan lho. Ini artinya, bagi anak-anak dengan IQ biasa-biasa saja masih memiliki peluang untuk sukses. Bagaimana caranya?

Faktor pendukung kesuksesan anak selain IQ tinggi

Lebih jauh, Borba menyebut bahwa sebenarnya ada faktor pendukung kesuksesan selain IQ tinggi. Berikut ulasannya:

1. Melatih anak agar tak cepat putus asa

Sedari kecil, Bunda dan Ayah bis amelatih anak-anak untuk bermental tangguh. Ajari mereka untuk tidak cepat putus asa, agar terbentuk ketekunan dalam mencapai sesuatu dalam proses hidupnya.

Menurut Borba, ada beberapa cara yang bisa dicoba oleh para orang tua untuk membuat anak tak mudah putus asa. Pertama, berikan apresiasi terhadap proses atau usaha yang dilakukan anak ketika menyelesaikan masalah.

Selanjutnya beri pemahaman mengenai kesuksesan hanya bersifat sementara. Terakhir, Bunda harus memahami tingkat kemampuan masing-masing anak ya.

2. Validasi perasaan anak

Saat anak terlihat ingin menyerah, jangan buru-buru menyepelekan perasaan mereka. Saat anak terlihat putus asa, mungkin mereka memang belum mampu menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya.

Di sinilah penting untuk memvalidasi perasaan anak, dengan mengatakan bahwa hal itu normal dialami oleh siapapun. Ajak mereka untuk istirahat sejenak agar tenang dan berpikir jernih kembali,

Setelahnya, bantu anak untuk menemukan kesalahan yang mereka perbuat dan bagaimana cara menyelesaikannya. Saat sudah ditemukan titik masalah dan jalan keluar, fokuslah pada bagaimana cara mengatasinya.

Bagaimana cara menunjukkan jalan sukses lain pada anak?

LANJUTKAN MEMBACA KLIK DI SINI!

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.