WeLab Siap Bangun Bank Digital di Indonesia

Pendiri dan CEO WeLab, Simon Loong. (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

Perusahaan fintech asal Hong Kong, WeLab akan meramaikan industri bank digital di Tanah Air setelah mengakuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ), bersama Astra Financial pada bulan lalu. WeLab dan Astra sekarang bersama-sama mengendalikan BJJ dengan masing-masing kepemilikan saham 49,56%.

Menurut Pendiri dan Group CEO WeLab Simon Loong, para pemegang saham akan menjadikan BJJ sebagai bank digital inovatif di Indonesia. “Pembentukan bank digital BJJ yang ditargetkan rampung secepat mungkin tahun 2023 ini akan menyasar generasi muda atau segmen tech savvy. Dengan nilai akuisisi sebesar US$509,6 juta, dana tersebut akan memperkuat modal inti BJJ yang kemudian akan menjadi sekitar Rp 6 triliun setelah transaksi ini,” ungkap Simon.

Memperluas kehadiran bank digital di Indonesia telah menjadi salah satu langkah strategis WeLab. Kemitraan dengan Astra memperkuat fokus strategi startup ini dalam meningkatkan sinergi lintas negara dan bisnis dengan mitra untuk meningkatkan skala dan jangkauan platform fintech pan-Asia yang ada.

WeLab menilai prospek perbankan digital di Indonesia saat ini terus berkembang dan berpeluang besar dalam menyediakan solusi perbankan digital yang mudah diakses dan inovatif, terutama untuk segmen ritel dan UMKM. Pemanfaatan jasa keuangan di Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh, karena 77% dari 270 juta penduduk Indonesia adalah underbanked atau unbanked. Negara ini juga memiliki populasi yang cukup besar dari 180 juta konsumen muda yang paham teknologi, mewakili permintaan yang besar untuk layanan perbankan digital.

Berdasarkan data oleh Bank Indonesia, transaksi digital banking meningkat sebesar 31,40% year on year (YoY) menjadi Rp4.557,5 triliun per Agustus 2022. Bahkan, berdasarkan data Finder, potensi industri digital banking memiliki potensi tinggi hingga diperkirakan meningkat menjadi 39% atau sekitar 75 juta di tahun 2026. Besarnya potensi industri bank digital di masa depan ini harus disadari oleh industri perbankan untuk secepatnya bertransformasi memberikan pelayanan, akses, dan produk yang solutif dengan memaksimalkan digitalisasi.

Rencana pembentukan bank digital ini merupakan kemitraan strategis kedua WeLab dengan Astra sejak pembentukan joint venturefintech lending, PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA), dengan produknya Maucash pada tahun 2018

“Dengan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki WeLab dalam membangun dan menjadi operator di perbankan digital, bersama dengan ekosistem dan pengalaman bisnis Astra serta jaringan distribusi yang luas, dinilai sebagai faktor kunci keberhasilan untuk mendorong transformasi BJJ menjadi bank digital,” tambah Simon.

Sebagai tambahan, WeLab saat ini beroperasi di tiga negara yakni Hong Kong, China dan Indonesia dengan fokus pada bisnis consumer lending, bank digital dan B2B fintech solutions. WeLab juga telah memiliki 55 ribu pelanggan dengan total penyaluran pinjaman hingga US$12 miliar. Selain itu perusahaan bermitra dengan lebih dari 700 pelanggan korporasi melalui kerja sama B2B.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.