Wagub DKI Minta Kualitas Data Penanganan Bencana Ditingkatkan

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kualitas penyampaian data dan informasi dalam penanganan bencana terus ditingkatkan. Hal ini dinilai penting agar pencegahan dan penanganan bencana efektif serta tepat sasaran.
 
“Meningkatkan kualitas data, informasi, pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi serta memanfaatkan kanal-kanal media sosial yang cepat dan efektif sampai ke masyarakat Jakarta,” kata Riza dalam siaran pers di Jakarta, Senin, 18 Juli 2022.
 
Menurut Riza, dengan total penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, termasuk banjir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengembangkan sistem pengendalian banjir (Flood Control System) dalam aplikasi Jakarta Smart City untuk mengoptimalkan pengelolaan risiko banjir di wilayahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut data diintegrasikan dalam satu platform. Kemudian, sistem pengendalian banjir akan melakukan analisis untuk menghasilkan informasi mengenai kondisi, potensi, serta prediksi, sehingga dapat memberikan solusi penanganan banjir di Jakarta.
 
“Data itu juga akan menjadi aset dan sumber informasi bagi pemerintah untuk pengambilan keputusan terkait penanganan banjir di Jakarta,” ujar dia.
 

Ia mengatakan sistem itu juga dapat memberikan pemantauan banjir yang terkini, menanggapi tanggapan pemerintah, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Sistem pengendalian banjir itu telah menghantarkan Jakarta mengungguli negara lain, seperti Arab Saudi, Italia, Chili dan Tiongkok pada kategori E-Science di ajang penghargaan The World Summit on the Information Society (WSIS), Jenewa, Swiss, Juni lalu.
 
Selain peningkatan kualitas data dan informasi, Riza menekankan adanya peningkatan kinerja lainnya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana melalui Rakorda Penanggulangan Bencana. Berikut ini rinciannya:

  1. Memperkuat integrasi penanggulangan bencana jangka menengah dan menjabarkan itu ke dalam rencana strategis, terutama bagi BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait.
  2. Memastikan penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan dukungan anggaran yang memadai, secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia terkait penanggulangan bencana melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan, di berbagai titik wilayah Jakarta, terutama daerah rawan bencana.
  4. Pelaksanaan pembentukan dan pengembangan kampung tangguh bencana di berbagai wilayah Kota Jakarta, dalam rangka mendidik masyarakat menjadi warga yang siap siaga dan memiliki kemandirian dalam menanggulangi bencana.

 

(AGA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *