Ukraina Timur Gelap Total, Kiev Tuding Akibat Serangan Rusia

Merdeka.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia atas serangan infrastruktur listrik dan air di Ukraina timur yang mengakibatkan pemadaman total dan putusnya pasokan air di wilayah Ukraina timur.

“Tidak ada fasilitas militer (yang diserang), tujuannya adalah untuk membuat orang kegelapan dan kedinginan,” tulis Zelenskyy di akun Twitternya, seperti dilansir Aljazeera, Ahad (11/9).

Oleg Synegubov, gubernur wilayah Kharkiv mengatakan “tidak ada pasokan listrik atau air di beberapa pemukiman. Layanan darurat bekerja untuk mengendalikan kebakaran di lokasi yang terdampak”.

Serangan yang dilakukan sehari sesudah Ukraina berhasil mengusir pasukan Rusia dari Izyum dan Kharkiv itu mengancam 9 juta penduduk wilayah timur Ukraina, termasuk warga di wilayah pendudukan Rusia.

Hoda Abdel Hamid, wartawan Aljazeera di Ukraina melaporkan “pemadaman listrik di lima wilayah di timur laut dan timur. Apa yang kami dengar dari para pejabat adalah Rusia menyerang infrastruktur penting; mereka tidak memberi tahu kita apa atau di mana, tapi kota ini gelap gulita.”

“Kami berada di jalan ketika pemadaman listrik terjadi dan saat kami berkendara kembali ke lokasi kami, semuanya benar-benar gelap; tidak ada satu lampu pun yang menyala. Itu adalah pemandangan yang cukup menakutkan,” lanjutnya.

Bukan hanya memadamkan listrik dan memutus suplai air, tapi serangan Rusia juga mengganggu jalur kereta api.

Oleg Nikolenki, juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan serangan Rusia adalah “tindakan putus asa menyusul kekalahan besar dan mundurnya Rusia di Ukraina timur”.

Ucapan itu didukung oleh kepala wilayah Dnipropetrovsk, Dmytro Reznichenko yang mengatakan “Rusia menyerang infrastruktur energi. Mereka tidak bisa menerima kekalahan di medan perang”.

Pihak lain juga mengomentari serangan Rusia, seperti Bridget Brink, duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina yang menulis di akun Twitternya “tanggapan nyata Rusia terhadap Ukraina yang membebaskan kota-kota dan desa-desa di timur: mengirim rudal untuk mencoba menghancurkan infrastruktur sipil yang kritis”.

Namun serangan kepada infrastruktur sipil ini dibantah oleh pihak Rusia.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Baca juga:
Ramzan Kadyrov Akui Pasukan Rusia Dipukul Mundur dari Kharkiv, Ukraina
Angkat Kaki dari Kharkiv, Pasukan Rusia Tinggalkan Kendaraan Tempur dan Amunisi
AS Kirim Persenjataan dengan Presisi Paling Akurat ke Ukraina
Ini yang akan Terjadi Jika Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina Meledak
Putin: Barat Sedang Jatuh, Masa Depan Ada di Asia
Erdogan Soal Krisis Energi: Eropa Menuai Apa yang Mereka Tabur
Joe Biden Tolak Sebut Rusia sebagai Negara Pendukung Terorisme
Intelijen AS: Rusia akan Beli Jutaan Roket dan Peluru dari Korea Utara


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.