Transformasi BPKH Jaga Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Haji

BPKH berprinsip harus untung, tapi BPKH tidak mendapatkan bonus untuk pengelolaan dana haji

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali berpartisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2022. Bekerja sama dengan Bank Indonesia, BPKH menggelar 4th International Hajj Conference atau Konferensi Haji Internasional ke-4, sebagai bagian dari rangkaian ISEF 2022 yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Konferensi Haji Internasional kali ini mengangkat tema ‘Digitalisasi dan Inklusivitas Ekosistem Haji’.  Anggota Badan Pelaksana BPKH Beny Witjaksono mengatakan BPKH memaknai digitalisasi sebagai perubahan digital untuk membuka peluang memperoleh pendapatan yang lebih besar.

“Kami memiliki prinsip BPKH harus untung. Tapi BPKH tidak mendapatkan bonus untuk pengelolaan haji. Jadi, setiap manfaat atau keuntungan yang kami dapatkan akan mengalir ke calon jamaah,’’ kata Beny di JCC dalam keterangan resminya (10/10/2022).

Beny menceritakan, ketika dibentuk pada 2017 BPKH mengelola keuangan haji secara manual. “Dulu tidak ada teknologi yang digunakan. Pada awalnya bisnis kami ada dua, yang pertama mengumpulkan uang dari haji sekitar Rp 25 juta per orang untuk kami tempatnya di bank dan kedua untuk investasi tersebut,” ungkapnya.

BPKH baru beralih ke teknologi dengan menciptakan Sistem Keuangan Haji Terpadu (Siskehat) yang didukung penggunaan data center canggih. “Dengan menggunakan Siskehat pelaporan kami menjadi lebih jelas dan sehat. Sekarang kami memiliki Siskehat generasi 2 yang membuat BPKH lebih mudah untuk melakukan laporan dan menunjukan transparansi pada publik,” kata Beny.

Setelah itu, pemanfaatan teknologi meluas pada pengelolaan dana umat. BPKH menggunakan big data analytic untuk memastikan penempatan dana jamaah ke investasi yang tepat. “BPKH menggunakan metode big data analytic, kemudian menggunakan artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan data potensial,” sebut Beny.

Dengan demikian, BPKH dapat  berbagi data tersebut ke bank, dan bank memiliki data calon potensial jamaah untuk dipasarkan secara digital. Intinya kata Beny, ’Bagaimana BPKH bisa mendapatkan tingkat keuntungan yang maksimum untuk kemaslahatan umat.

Halaman Selanjutnya

Sebagai informasi tambahan, BPKH juga telah meluncurkan aplikasi…


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.