Tekan Impor BBM, Erick Thohir Ingin RI Produksi Bioetanol

Merdeka.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Indonesia harus bisa memproduksi bioetanol sebagai upaya dalam mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), yang diprediksi akan terus meningkat.

Untuk itu, Kementerian BUMN akan melakukan benchmarking dengan negara sahabat yakni Brazil, di mana mereka sudah bisa mendorong turunan dari gula menjadi bioetanol sudah berhasil di berbagai negara.

“Tentu yang kita dorong juga ini kita targetkan untuk bisa menghasilkan 1,2 juta kiloliter minyak mentah, karena itu kita minta Pertamina menjadi offtaker juga,” kata Erick di Jakarta, dikutip Antara, Senin (10/10).

Hal ini dalam rangka supaya terdapat kepastian apa yang diproduksi oleh perusahaan gula nasional dan para petani bisa disinambungkan dengan kebutuhan energi nasional. Upaya tersebut merupakan langkah awal Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan produksi bioetanol kepada masyarakat dengan mencampur bioetanol ke BBM.

“Kita juga ingin menciptakan BBM yang ramah lingkungan, seperti yang sudah kita saksikan di Brazil bagaimana langit negara tersebut biru dan lingkungan hidupnya lebih baik,” ujarnya.

Sejalan dengan prioritas pemerintah, di mana Presiden selalu menekankan bahwa pembangunan ekosistem, ketergantungan Indonesia terhadap rantai pasok dunia untuk pangan dan energi harus diatasi bersama-sama. Karena itu harus terus didorong bagaimana hilirisasi daripada industrialisasi gula, kelapa sawit, nikel ini sudah menjadi kenyataan, bukan hanya sekedar wacana.

Tentu ikhtiar ini tidak bisa terjadi kalau tidak mendapatkan dukungan dari semua pihak. Kedaulatan pangan dan energi harus bisa diciptakan bersama-sama. “Kita harapkan sinergi yang kita lakukan pada hari ini terus bisa terjaga, karena ini bukan lari 100 meter tetapi itu merupakan lari maraton bersama-sama,” imbuhnya.

Sebelumnya, Erick Thohir mendorong etanol dapat menjadi substitusi untuk BBM fosil di Indonesia sebagaimana dilakukan oleh negara-negara seperti India dan Brazil.

Erick mendorong Holding PTPN bisa meningkatkan (produksi) sebagian untuk gula dan sebagian lagi untuk etanol. Etanol memiliki Research Octane Number (RON) hingga 130-an. Kalau bisa mengonsolidasikan etanol sebagai substitusi BBM, maka akan memperbaiki keuangan negara, dimana hasil produksi minyak Indonesia dengan kualitas bagus bisa dikirim ke luar negeri. Kemudian Indonesia mengimpor BBM dengan kualitas yang lebih rendah dan dicampur dengan etanol. [azz]

Baca juga:
BPS: Pemerintah Terpaksa Naikkan Harga BBM Karena Masih Impor
RI Masih Bergantung Impor, Pelemahan Rumah Buat BBM Makin Mahal
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Pembangunan Kilang Jadi Strategi Pertamina Kurangi Impor BBM
Erick Thohir Nilai Kendaraan Listrik Satu Solusi Tekan Tingginya Impor BBM RI
Temui Bos Pertamina dan PLN, Jokowi Sentil Impor Minyak yang Terlalu Besar


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.