Tanda-tanda The Fed Masih Akan Agresif Naikkan Suku Bunga

portalutama.com – Para ekonom memperkirakan pembuat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve masih akan agresif menaikkan suku bunga acuan. Mereka memperkirakan suku bunga The Fed akan naik 75 bps untuk keempat kalinya dan mendorongnya ke level 3,75%-4%.

“Keputusan November adalah kunci. Saya akan kecewa jika mereka tidak menaikkan 75 basis poin, ”kata Jonathan Pingle, kepala ekonom AS di UBS, seperti dikutip dari MarketWatch, Sabtu (29/10).

Keputusan suku bunga acuan The Fed akan diumumkan pada Rabu pekan depan (2/11) setelah pembicaraan antara anggota Komite Pasar Terbuka Federal.

Pingle mengatakan, yang juga menjadi fokus pasar adalah apakah Ketua Fed Jerome Powell akan memberikan sinyal kepada pasar tentang rencana kenaikan suku bunga acuan yang lebih kecil pada Desember.

BACA JUGA

Rupiah Diprediksi Menguat, The Fed Diramal Tak Agresif Naikkan Bunga

Proyeksi suku bunga The Fed yang dirilis pada September menunjukkan kenaikan suku bunga akan melambat pada Desember menjadi 50 bps dan pada awal 2023 menjadi 25 bps.

Pasar mengharapkan sinyal tentang perubahan kebijakan. Banyak yang berpikir Powell akan menggunakan konferensi persnya untuk mengisyaratkan bahwa laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat memang akan datang.

Namun, Wall Street Journal pekan lalu melaporkan bahwa beberapa pejabat Fed tidak tertarik untuk mempertahankan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan bulan depan.Presiden Fed San Francisco Mary Daly juga mengatakan bahwa The Fed perlu mulai berbicara tentang memperlambat laju kenaikan.

Sementara itu, data terbaru kondisi ekonomi AS yang dirilis akhir pekan ini memberikan dukungan pada kenaikan agresif suku bunga The Fed. Ekonomi Amerika Serikat kembali tumbuh positif mencapai 2,6% pada kuartal ketiga tahun ini, setelah negatif selama dua kuartal berturut-turut.

BACA JUGA

Rupiah Diprediksi Menguat, The Fed Diramal Tak Agresif Naikkan Bunga

Tekanan harga-harga juga belum membaik signifikan. Data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang digunakan The Fed untuk melacak kemajuan dalam mengurangi inflasi ke target 2%, naik 0,3% secara bulanan dan 6,2% secara tahuanan.

Sementara, itu, indeks PCE tak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap naik 0,5% secara bulanan pada September, menyamai kenaikan di bulan sebelumnya. Angka tersebut juga naik 5,1% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan 4,9% secara tahunan pada Agustus. .

“Inflasi masih berjalan terlalu panas, angka bulan-ke-bulan tetap stabil. Angka-angka itu juga menunjukkan bahwa Fed harus terus menaikkan suku bunga dan mengetatkan mungkin lebih lama dari perkiraan pasar saat ini, ” kata Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors.

    #The Fed

    #The Federal Reserve

    #Suku Bunga

    #Give Me Perspective

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

error: Content is protected !!