Singapura akan Izinkan Warganya Konsumsi Jangkrik dan Kumbang

Merdeka.com – Orang Singapura mungkin akan segera bisa mengonsumsi serangga. Pasalnya saat ini Badan Pengawas Makanan Singapura atau SFA sedang mencari masukan dari industri makanan dan pakan hewan sebelum mengizinkan serangga untuk konsumsi manusia dan pakan ternak.

Perubahan regulasi ini berpotensi memungkinkan warga mengonsumsi spesies serangga seperti jangkrik, kumbang, lebah, dan lainnya. Serangga-serangga ini bisa dikonsumsi langsung atau diolah menjadi kudapan serangga goreng atau lainnya.

Regulasi serangga ini, baik yang diimpor atau dibudidayakan secara lokal, dan produk serangga harus sesuai persyaratan dan keamanan pangan, seperti dikutip dari The Straits Times, Minggu (16/10).

SFA menyampaikan kepada The Straits Times, pihaknya mengambil rujukan dari Uni Eropa dan negara lain seperti Selandia Baru, Australia, Korea Selatan, dan Thailand, yang telah mengizinkan konsumsi spesies serangga tertentu.

Juru bicara SFA menyatakan, pihaknya melakukan kajian ilmian menyeluruh dan spesies serangga khusus yang telah diuji dan memiliki riwayat dikonsumsi manusia bisa diizinkan sebagai makanan.

SFA juga mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, peternakan komersil serangga untuk konsumsi manusia dan pakan ternak telah dianjurkan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Menurut FAO, serangga yang bisa dikonsumsi mengandung nutrisi tinggi dan bisa mengurangi gas rumah kaca dibandingkan dengan hewan ternak lainnya.

Juru bicara SFA mengatakan saat ini ketertarikan dari sekitar 10 perusahaan untuk impor produk makanan dan pakan ternak dari serangga. Untuk memastikan keamanan produknya, perusahaan harus menunjukkan bukti serangga impor tersebut diternak di lingkungan yang berizin dan pakan ternak serangga tidak terkontaminasi patogen atau bakteri lainnya.

Sedangkan untuk serangga yang tidak ada riwayat pernah dikonsumsi manusia akan dianggap senagai makanan baru (novel food), dan perusahaan perlu melakukan dan menyerahkan penilaian keamanan produk untuk ditinjau SFA.

Baca juga:
Ilmuwan Pecahkan Misteri Seputar Migrasi Belut Purba
Dari Temuan Batu Berusia 35 Juta Tahun, Ilmuwan Ketahui Evolusi Lalat Capung
Empat Perempuan Inggris Ditugaskan Hitung Penguin di Antartika
Jejak Opium Berusia 3.400 Tahun Ditemukan di Makam Kuno Israel
Pertama Kali di Singapura, Model OnlyFans Dipenjara dan Didenda Rp 32 Juta
Asal Usul Singapura Bisa Jadi Negara Penentu Harga BBM
Masih Banyak Ekspor Ikan Hias Ilegal ke Singapura


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.