Ridwan Kamil Minta Maaf Usai Sebut LRT Palembang Proyek Gagal

Merdeka.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyebut proyek LRT Palembang di Sumatera Selatan gagal lantaran sepi penumpang. Pernyataan sendiri disampaikan Ridwan Kamil dalam sebuah acara diskusi terkait studi pembangunan di Jababeka beberapa waktu lalu.

“Permohonan Maaf Kepada Warga Palembang. Jika poin diskusi Studi Pembangunan di Jababeka terkait studi-studi kasus transportasi dianggap kurang berkenan,” tulis Kang Emil melalui akun instagramnya @ridwankamil, dikutip Senin (24/10).

Ridwan Kamil menjelaskan, pernyataan tersebut merespon permintaan pihak developer di wilayah Bekasi hingga Karawang yang menginginkan dibangunnya proyek MRT. Berikut klarifikasi utuh dari Kang Emil melalui akun instagramnya.

“Konteksnya begini: Dalam diskusi, ada developer di bekasi-karawang tiba-tiba meminta dibangunkan MRT. Saya menjawab dgn berargumentasi : 1. MRT itu mahal sekali, 1 Trilyun per KM. Tidak ada anggaran pemerintah daerah yang sanggup kecuali DKI mungkin. 2. Kedua populasi harus besar supaya penuh dan balik modal cepat. 3. Harus terkoneksi dengan feeder dan jaringannya harus luas,” ujarnya.

“4. Jika populasi sedikit nanti ada tantangan seperti LRT Palembang yang kondisi ridershipnya penumpang hariannya belum maksimal (berdasarkan penglihatan saya saat kunjungan terakhir). 5. Diskusi di Jababeka itu sifatnya akademis membahas plus minus pembangunan indonesia dari zaman dulu sd sekarang. Bukan format tanya jawab dengan media,” ucap dia menambahkan.

“6. Mungkin kebiasaan saya sebagai mantan dosen yg selalu berargumen dengan memberi contoh studi kasus. Suka lupa bahwa dalam berstatemen akademik, melekat jabatan saya sbg pemimpin daerah, sehingga ada kritikan ‘urus aja atuh jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain’. Kritikan itu saya terima dengan lapang dada,” urainya.

Kang Emil pun menyadari jika pernyataan tersebut membuat polemik di masyarakat. Untuk itu, orang nomor satu di Jawa Barat ini meminta maaf kepada warga Palembang.

“Namun jika itu kurang berkenan dan keliru, sekali lagi saya haturkan permohonan maaf. Mungkin saya harus update dan jalan-jalan lagi ke Kota Palembang yang pembangunannya memang keren, pesat dan luarbiasa. Sejaki lagi hapunten dan hatur nuhun,” pungkasnya.

Baca juga:
Imbas Pembangunan LRT, Pemprov DKI Perbaiki Jalan Rasuna Said
Bertemu Erick Thohir, Heru Budi Hartono Bahas Percepatan Integrasi Transportasi
Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan Bus di Halim
Apa Itu Face Recognition, Sistem Pembayaran Baru Transportasi di Jakarta
Bayar TJ, MRT dan LRT Sekarang Bisa Pakai Face Recognition, Begini Caranya
Anies Luncurkan Tarif Integrasi JakLingko, Biaya Maksimal Rp10.000


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.