Rakernas IMA Bali 2022: Manfaatkan Momentum Jelang 2030

Pembukaan Rakernas IMA di Ubud, Bali yang mengusung tema Entrepreneurial Marketing : Riding Momentum Towards 2030 dihadiri oleh Co-Honorary IMA – Juan Permata Adoe (paling kiri), Ketua Senat IMA – Junardy (kedua dari kiri), President IMA – Suparno Djasmin (ketiga dari kiri), Wakil Gubernur Bali – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (tengah), Tetua Bali – Tjokorda Gde Putra Sukawati (ketiga dari kanan), Founder IMA – Hermawan Kertajaya (kedua dari kanan), dan Korwil IMA Bali – Ida Bagus Gede Sidharta Putra (paling kanan).

Indonesia Marketing Association (IMA) mengajak internal organisasi serta masyarakat, terutama kalangan profesional akan pentingnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) seiiring  mulai meredanya Covid-19. Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMA di Ubud Bali yang diikuti lebih dari 200 perwakilan dari 89 chapter  dengan  mengusung tema: “Entrepreneurial Marketing: Riding The Momentum Towards 2030”.  

Menteri Perdagangan Zulkifly Hasan dalam sambutannya yang   dibacakan oleh Syailendra, Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, menyatakan,  dibutuhkan kolaborasi, bahu membahu untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia dalam mengantisipasi kondisi atau masa sulit ke depan. Dalam situasi yang menantang saat ini, pemerintah mengajak IMA dan masyarakat untuk bersama-sama berinovasi dan kreatif, terutama dalam mengupayakan ketahanan pangan. 

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati ( Cok Ace) mengatakan pembangunan di Bali saat ini dan ke depan sudah sesuai dengan inisiatif SDGs dengan memperhatikan budaya, lingkungan menuju kesejahteraan masyarakat. “Kami sudah mengimplementasikan SDGs untuk pengembangan Bali ke depan dengan nama Bali Era Baru, dengan memperhatikan budaya, lingkungan, ekonomi dan kesejahteraan,” ujar Wagub Bali.

Dukungan IMA terhadap SDGs tidak hanya  melalui sosialisasi dan keterlibatan dalam organisasi IGCN, tapi juga penyerahan secara simbolis 2.600 pohon mangrove oleh Suparno Djasmin sebagai Presiden IMA yang melambangkan ulang tahun IMA yang ke-26 kepada Wakil Gubernur Bali untuk dilanjutkan kepada perwakilan Nelayan Mangrove Bali. Hal tersebut menjadi bukti pentingnya perawatan lingkungan sebagai salah satu poin dalam SDGs untuk mendukung target 2030.

IMA mendorong sosialisasi profesionalisme pemasaran melalui branding dan meningkatkan awareness dan implementasi 17 Sustainable Development Goals yang sejalan dan berkaitan dengan IMA, terutama tujuan ke-8 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua yang sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata dan UMKM serta lapangan kerja dan berkontribusi untuk menjadikan Marketing for Better Indonesia.

Sebagai salah satu langkah dukungan terhadap sustainability, IMA bergabung dalam Indonesia Global Compact Network (IGCN), yaitu jaringan institusi dan korporasi di Indonesia yang akan membantu Indonesia agar bisa mencapai target-target yang ada dalam SDGs dengan membentuk fungsi business sustainability sebagai upaya membangun kesadaran internal IMA untuk membantu Indonesia dalam pencapaian target-target SDGs . 

Suparno Djasmin selaku Presiden IMA Periode 2021 – 2023 mengatakan ancaman resesi perekonomian dunia bisa memicu kemunduran ekonomi. IMA sebagai asosiasi pemasaran yang terdiri dari akademisi, profesional, pemerintah dan pengusaha, perlu merapatkan barisan, kompak dan saling berkolaborasi untuk berkontribusi nyata bagi perekonomian di Indonesia.

“Saya percaya, ekonomi Indonesia ini akan start lebih awal ketika resesi selesai bila seluruh elemen di IMA kompak bergerak dan saling kolaborasi serta menjadi marketer yang berjiwa entrepreneur. Terlebih bila didukung oleh 88 Chapter dengan 2.959 anggota IMA di Indonesia,” tutur Suparno.

Menurut Suparno lagi, ada berbagai hal yang bisa dilakukan bersama untuk berkontribusi bagi Indonesia di masa-masa sulit ini, seperti mengimplementasi ilmu dan praktik pemasaran terbaru melalui kegiatan nyata yang berfokus pada UMKM dan pariwisata. Di era komoditisasi dan maraknya produk impor saat ini, brand dan packaging merupakan salah satu diferensiasi yang bisa membantu Indonesia memenangkan persaingan. 

Pada Rakernas di Bali ini untuk pertama kalinya acara Rakernas digabungkan dengan rangkaian acara internasional, 2nd World Marketing Forum, yang berlangsung pada 6 – 7 Oktober 2022 yang merupakan hasil co-creation IMA dan JMA (Japan Marketing Association). Selain itu, penyelenggaraan rakernas juga bersamaan dengan acara Annual General Meeting (AGM) dari Asia Marketing Federation (AMF), dimana IMA adalah salah satu dari 19 negara yang menjadi anggota.  “WMF merupakan momentum yang baik bagi IMA untuk memanfaatkan dan bekerjasama dengan 19 negara AMF selain dalam wujud akademis, tetapi juga secara bisnis sehingga IMA akan semakin berdampak positif bagi Indonesia dan mendukung pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan dalam meningkatkan ekspor produk-produk unggulan Indonesia,” ujar Suparno.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.