Perjalanan Sejarah Ponsel, Dulu Beratnya Lebih dari 1 Kilo

Merdeka.com – Telepon seluler atau biasa disingkat ponsel menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari masyarakat saat ini. Kehadiran ponsel membawa perubahan dalam teknologi komunikasi menjadi semakin praktis. Apabila menilik sejarah, ternyata ponsel yang kita kenal saat ini telah mengalami berbagai perkembangan selama 50 tahun terakhir.



Awal berkembangnya ponsel yakni pada tahun 1973, ketika Martin Cooper menciptakan prototipe cikal bakal ponsel. Kala itu, dia sedang bekerja sebagai teknisi di perusahaan telekomunikasi Motorola.

Dilaporkan CNN, Washington Post, dan Science Museum, Ia harus membutuhkan waktu 10 tahun hingga akhirnya Motorola meluncurkan ponsel seri DynaTAC (Dynamic Adaptive Total Area Coverage) 8000X pada tahun 1983. Berkat penemuannya, Cooper pun dikenal sebagai ‘Bapak Telepon Seluler’.

 Kelahiran ponsel pertama ini tidak berwujud layaknya ponsel yang umum dijumpai masyarakat sekarang.

Bahkan, DynaTAC 8000X sampai dibandingkan dengan batu bata, karena beratnya mencapai 1,1 kilogram. Produk ini dihargai USD3.900 atau sekitar Rp60 juta. Harga yang fantastis membuat kala itu ponsel dianggap ikon kemewahan.



Setelah penemuan perdana, berbagai perusahaan teknologi komunikasi terus berupaya menyempurnakan ponsel. Salah satunya perusahaan komputer IBM merancang ponsel bernama Simon Personal Communicator pada tahun 1993. Produk ini sering dianggap sebagai smartphone pertama di dunia karena memiliki fitur layar sentuh alias touchscreen.

Selain itu, Simon Personal Communicator juga menjadi pelopor ponsel yang menyediakan kalkutalor dan mendukung pengiriman pesan elektronik alias e-mail.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya tahun 1998, Nokia yang saat itu merupakan perusahaan ponsel terbesar menghadirkan seri Nokia 5110. Ponsel di masa 1900-an telah mengadaptasi jaringan 2G dengan sistem GSM (Global System for Mobile Communication). Artinya, ponsel mulai memasuki era digital dari yang sebelumnya analog.



Hadir pula generasi awal dari ponsel Blackberry oleh RIM Cooperation tahun 1999. Berbeda dengan tampilan umum ponsel, Blackberry menawarkan desain unik yaitu susunan keyboard lengkap ‘QWERTY’. Seperti yang biasa ditemukan pada laptop ataupun komputer.

Memasuki tahun 2000-an, minat masyarakat pada ponsel, terutama besutan Nokia, sangat tinggi.

Didukung ukuran ponsel yang semakin mengecil dan praktis dibawa, baterai tahan lama, serta pilihan desain yang menarik. Selain itu, Nokia juga menawarkan fitur baru dalam ponsel, yakni gim. Melalui gim ‘Snake’ yang kemudian menjadi sangat populer di kalangan masyarakat.



Di masa puncaknya, Nokia pernah mencetak rekor penjualan ponsel terbanyak sepanjang sejarah. Lewat ponsel seri Nokia 1100 yang dirilis tahun 2003 dan terjual lebih dari 250 juta produk. Angka ini bahkan melampaui penjualan PlayStation 2.

Sementara itu, perkembangan ponsel di Asia tidak boleh dipandang sebelah mata.

Salah satunya ketika Sanyo meluncurkan Sanyo SCP-5300 tahun 2002, sebuah ponsel dengan kamera built-in serta fitur flash. Di masa itu, ponsel lain belum banyak memiliki kamera. Jika pun ada, hasilnya tidak sejernih Sanyo SCP-5300 yang memiliki resolusi kamera 0,3 MP.

Di tahun yang sama pula, T-Mobile dengan ponsel sidekick-nya begitu digandrungi oleh generasi muda.

Tak heran, saat itu ponsel telah dilengkapi berbagai fitur yang semakin canggih. Antara lain kemudahan bertukar pesan (SMS) dan koneksi internet memampukan pengguna menelusuri web digital.

Beralihnya era menuju ponsel pintar atau smartphone salah satunya ditandai dengan peluncuran iPhone oleh Apple tahun 2007 lalu.

IPhone menciptakan gebrakan dalam inovasi ponsel. Dengan berusaha menggabungkan sistem komputer ke dalam ponsel, iPhone memperkenalkan fitur multi-touch interface, keyboard virtual, dan layanan pembelian aplikasi.

Dalam pasar smartphone, Apple memiliki saingan terbesar. Yakni kehadiran sistem Android yang banyak digunakan oleh merek smartphone lain seperti Samsung, Sony, LG, OPPO, dan masih banyak lagi lainnya.



Reporter Magang: Michelle Kurniawan

[faz]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.