Pemukiman Zaman Purba dari Tahun 15.000-12.000 Sebelum Masehi Ditemukan di Mongolia

Merdeka.com – Seorang ilmuwan Turki bernama Semih Guneri dan timnya berhasil menemukan hubungan bangsa Turki kuno dengan penduduk purba yang tinggal di sekitar Gurun Gobi Mongolia.

Guneri mengungkap, tim yang dipimpinnya berhasil mengidentifikasi tiga pemukiman Zaman Paleolitikum; satu pemukiman di dalam gua dan dua di lingkungan terbuka. Dalam pemukiman-pemukiman itu, Guneri dan timnya menemukan benda-benda terbuat dari batu yang diyakini berasal dari tahun 15.000-12.000 Sebelum Masehi.

Tim juga menemukan gambar-gambar Mammoth yang diyakini digambar bangsa Altai Turki pada Zaman Paleolitikum Atas.

Bangsa Altai Turki sendiri adalah kelompok etnis Turki kuno yang tinggal di wilayah Siberia. Kehidupan bangsa Altai Turki adalah sumber informasi penting kehidupan nomaden bangsa Turki dahulu.

“Dua sosok Mammoth yang kami temukan di wilayah Gurvan Sayhan Uul cukup mengejutkan bagi kami. Lukisan batu dari mamalia besar ini, yang punah pada Zaman Paleolitik Atas terakhir, adalah gambaran paling menarik saat itu,” jelas Guneri, dikutip dari laman Hurriyet Daily News, Rabu (19/10).

Guneri menjelaskan petroglif (gambar-gambar kuno) yang ditemukan adalah sumber informasi yang baik untuk menceritakan kehidupan sehari-hari manusia purba, adat pemakaman, gaya rumah, dan peristiwa-peristiwa yang mereka lewati.

Tim peneliti menemukan gambar-gambar itu tersebar dari wilayah Pegunungan Altai hingga bagian selatan Ibu Kota Mongolia, Ulaanbaatar.

“Garis lukisan batu ini, yang juga melewati Gurun Gobi, adalah bukti terpenting kehadiran bangsa Altai Turki di wilayah ini. Kami menyelesaikan studi lukisan batu yang ada di area luas dari puncak Pegunungan Altai dalam proses penelitian 13 tahun,” jelasnya.

Guneri juga mengungkap kalau timnya menemukan petroglif di Gurun Gobi jauh lebih banyak dari perkiraan mereka. Tim pun tetap melakukan penelitian di Gurun Gobi untuk mengetahui lebih jauh kehidupan bangsa Turki kuno di wilayah Mongolia dan mencari temuan-temuan dari Zaman Paleolitikum di wilayah itu.

Guneri tidak asing dengan wilayah Gurun Gobi. Sebab dia sendiri adalah ketua tim yang melanjutkan penelitian Proyek Sumber Daya Arkeologi Budaya Turki di Asia Tengah (OTAK) yang telah dimulai dari tahun 1995 lalu.

Semih yakin timnya akan menyelesaikan tahun ke-25 pekerjaan mereka di wilayah itu tepat pada 100 tahun berdirinya Republik Turki.

“Sebagai tim ilmiah Turki, kami berencana untuk merayakan seratus tahun republik kami baik di Mongolia dan Siberia selama penggalian,” jelasnya.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Arkeolog Peru Temukan Delapan Mumi Berusia 800 Tahun
Ilmuwan Ingin Selamatkan Dunia dengan Kurangi Sendawa Sapi
Patung Hercules Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Kota Kuno Yunani
Arkeolog Turki Temukan Medali Medusa Berusia 1.800 Tahun
Ini yang Akan Terjadi Pada Bumi 300 Juta Tahun Lagi
Arkeolog Mesir Geram Inggris Tak Kunjung Kembalikan Batu Rosetta Kuno Tahun 196 SM
Puluhan Koin Emas Zaman Kekaisaran Bizantium Abad Ketujuh Ditemukan dalam Tembok


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.