Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Negara Berkembang Lain

Merdeka.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih lebih baik ketimbang dibandingkan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya. Hingga saat ini, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 4,5 persen secara year to date (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021.

“Kita semua menghadapi tekanan dolar (USD) yang sangat kuat, tetapi depresiasi Indonesia sekitar 4,5 persen tahun ini, yang relatif moderat dibandingkan dengan banyak negara (berkembang) lainnya,” di acara Webinar Standard Chartered, Senin (12/9).

Dia mengatakan, capaian tersebut dipengaruhi oleh kinerja positif kinerja perdagangan yang masih melanjutkan tren surplus di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat ketegangan geopolitik. Hal ini seiring mulai pulihnya permintaan terhadap produk ekspor Indonesia.

“Neraca perdagangan mengalami surplus selama 27 bulan,” bebernya.

Oleh karena itu, dirinya optimis kinerja sektor perdagangan akan mampu menopang perekonomian Indonesia di tengah situasi perekonomian global sulit. “Jadi, kami memiliki lebih banyak ketahanan di sisi eksternal,” tutupnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengklaim, pelemahan nilai tukar Rupiah atau depresiasi masih lebih baik ketimbang sejumlah negara berkembang lainnya di tengah tekanan geopolitik dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina. Tercatat, nilai tukar Rupiah sampai dengan 22 Juni 2022 terdepresiasi sekitar 4,14 secara year to date (ytd).

Gubernur BI Perry Warjiyo bilang, capaian tersebut lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang kawasan Asia Selatan maupun Asia Tenggara. Seperti India 5,17 persen, Malaysia 5,44 persen, dan Thailand 5,84 persen.

“Depresiasi Rupiah masih lebih baik ketimbang mata uang sejumlah negara berkembang lainnya,” ujarnya dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI – Juni 2022, Kamis (23/6).

Baca juga:
Waspada, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Anjlok Ke Rp15.200 per USD di 2023
Rupiah Kembali Melemah ke Rp15.000 Menanti Pengumuman Suku Bunga The Fed
Pengusaha Khawatir Pelemahan Rupiah Bikin Biaya Produksi Mahal
Pelemahan Rupiah Dinilai Masih Relatif Aman
Rupiah Ditutup Melemah Rp15.020 per USD Terdampak Inflasi AS
Rupiah Kembali Sentuh Rp15.000 per USD Seiring Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.