Melesat 52%, Adira Finance Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun di Triwulan III 2022

portalutama.com – Adira Finance pada triwulan III 2022 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 52% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pencapaian tersebut, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masing-masing meningkat menjadi 6,3% dan 17,3% dari sebelumnya sebesar 3,7% dan 12,6% di tahun lalu.

Presiden Direktur Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan, kinerja industri otomotif yang membaik telah memberikan dampak positif bagi Adira Finance. Penjualan industri otomotif diperkirakan dapat terus bertumbuh didukung faktor ekonomi domestik yang solid, dan membaiknya daya beli konsumen, serta meningkatnya pasokan produksi otomotif.

Per September 2022, industri otomotif mencatatkan pertumbuhan penjualan ritel mobil baru domestik sebesar 22% yoy dari 600 ribu unit menjadi 732 ribu unit. Sementara penjualan ritel motor baru domestik meningkat 2% yoy menjadi 3,8 juta unit hingga triwulan III 2022 ini.

‚ÄúPencapaian kinerja industri otomotif yang cukup baik hingga September 2022 memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis Adira Finance. Pembiayaan baru Perusahaan tercatat tumbuh sebesar 21% y/y menjadi Rp21,9 triliun. Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing meningkat sebesar 37% y/y dan 2% yoy,” Kata I Dewa Made Susila dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Sejalan dengan peningkatan pembiayaan baru, per September 2022 total piutang yang dikelola (termasuk porsi pembiayaan bersama) berhasil tumbuh sebesar 5% yoy menjadi sebesar Rp 41,8 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pendapatan bunga Adira Finance meningkat sebesar 2% yoy menjadi Rp6,7 triliun, sementara beban bunga turun 5% yoy menjadi Rp2,3triliun yang sejalan dengan adanya penurunan pada jumlah pinjaman dan biaya bunga. Sehingga, pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 6% yoy menjadi Rp4,4 triliun dan margin bunga bersih meningkat dari 13,1% menjadi 18,1% di 9M22,” jelasnya.

Sementara itu, beban operasional relatif stabil menjadi Rp2,7 triliun, sementara cost of credit terus mengalami penurunan sebesar 39% y/y menjadi Rp683 miliar hingga September 2022.

Per posisi September 2022, rasio gross NPL konsolidasi menunjukkan tren yang membaik dan dikelola dilevel 1,9%, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,2%. Penurunan ini didukung aktivitas ekonomi yang berangsur pulih sehingga mempengaruhi kapasitas pembayaran konsumen.

Dari sisi pendanaan, Perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan Perusahaan induknya, Bank Danamon dan memperoleh pinjaman eksternal yang meliputi pinjaman bank dan obligasi.

Per posisi September2022, Pembiayaan Bersama mewakili 47% dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman eksternal Perusahaan pada September 2022 tercatat turun 9% y/y menjadi Rp 10,8 triliun, terdiri dari pinjaman bank baik dalam negeri dan luar negeri dan obligasi, masing-masing memberikan kontribusi 42%:58%.

“Hasilnya, gearing ratio turun menjadi 1,1 kali dari sebelumnya 1,4 kali di 9M22, sehingga Perusahaan masih memiliki ruang gerak yang cukup besar untuk melakukan ekspansi bisnis ke depannya,” tuturnya.

error: Content is protected !!