Lihat Kekurangan dari Pembangunan Jalan di Lamongan, Kaji Yes Langsung Telepon Dua Kepala Dinas

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Pulang dari ibadah haji, tidak ada waktu bagi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi untuk berdiam diri. Orang nomor satu di Kabupaten Lamongan itu langsung memeriksa perkembangan pembangunan ruas-ruas jalan di wilayahnya, yang memang tidak terpantau langsung selama ia beribadah di Tanah Suci.

Kaji Yes, sapaan Yuhronur, langsung bergerak cepat. Sehari pasca pulang haji, Yuhronur memimpin apel di hadapan ratusan ASN di lingkup Pemkab Lamongan. Dan di hari kedua, Selasa (19/7/2022), ia melakukan serangkaian kegiatan di luar kantor, dari membuka Pekan Lingkungan Hidup, vidcon TMMD dilanjutkan dengan peninjauan pembangunan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Glagah.

Yuhronur mengaku harus mengawal progress pembangunan jalan sebagai salah satu program utamanya, yakni jalan mulus Lamongan (Jamula) yang pada 2022 ini langsung disebar di 41 ruas jalan dengan total panjang 765 kilometer.

“Tahun ini pembangunan jalan di 41 ruas akan tuntas. Tidak berhenti sampai di situ, tentu tahun depan akan dilanjutkan lagi,” tegas Yuhronur saat meninjau progress peningkatan dan pengecoran jalan di Soko, Kecamatan Glagah, Selasa (19/7/2022).

Di Glagah, Yuhronur tidak hanya meninjau pembangunan jalan poros kabupaten, ia juga meninjau jalan poros desa dan normalisasi kali. Menurutnya, jika 41 ruas jalan yang dibangun tuntas, itu berarti sebanyak 80 persen jalan rusak di Lamongan sudah tertangani.

Penyelesaian sepanjang itu bukan berarti kemudian berhenti, namun akan dilanjutkan pada tahun depan. Sidak Yuhronur di tiga titik pembangunan jalan beton di Soko Glagah menemukan banyak kekurangan yang perlu segera mendapatkan penanganan.

Di antaranya adanya gapura perbatasan yang perlu segera dicat ulang karena sudah muncul jamur di sana-sini. “Itu juga perlu penambahan lampu penerangan, termasuk PJU,” tegasnya.

Yuhronur juga mendapati keberadaan kali di kanan kiri bahu jalan yang dirimbuni semak belukar yang mengganggu kelancaran air untuk pengairan tambak dan sawah.

Yuhronur langsung menelepon Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Yunan Ahmadi dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Alam, Muhammad Jufri agar segera menangani kekurangan yang ditemuinya. “Gapura sudah penuh jamur, diusahakan segera untuk dicat ulang,” ujar Yuhronur kepada Yunan.

Sementara kepada Jufri, ia juga menginstruksikan untuk menormalisasi kali atau anak sungai yang mengalami pendangkalan karena banyak semak belukar. Yuhronur tidak hanya ingin jalan mulus, namun semua yang ada di perbatasan wilayah dengan Gresik itu menjadi indah dan bersih.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *