KPU Jateng Bantah Datanya Dicuri Hacker Bjorka

Merdeka.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah membantah adanya kebocoran data yang disebut berhasil dicuri oleh hacker Bjorka beberapa waktu lalu.

“Kami pastikan bukan dari KPU, karena ada elemen data identiknya. Data KPU ada kode tertentu. Tim IT KPU sudah memeriksanya dan formatnya berbeda,” kata Divisi Data dan Informasi KPU Jateng, Henry Wahyono, Sabtu (8/10).

Dia menyebut ada elemen yang identik dengan data lama KPU. Namun pihaknya bersama KPU RI menyatakan bahwa format data KPU sudah berubah setelah 2008. Sehingga data curian tidak sesuai dengan format baru milik KPU.

“Kami bisa mengidentifikasi ini data punya KPU atau tidak, begitu lihat kolomnya begini, setelah NIK begini, formatnya begini. Jadi bukan punya KPU,” ungkapnya.

Tim KPU sudah melakukan pengecekan selama 2-3 hari setelah ada data kebocoran. “Kita teliti dan kita cek. Bukan punya kita, aman,” ujarnya.

Akan tetapi masih terdapat kemungkinan data yang dibocorkan Bjorka merupakan data KPU sebelum 2008. “Tapi kan ini data lama, data yang sudah tidak dipakai,” ujarnya.

Terkait data KPU Jateng, selama ini disimpan di komputer khusus yang tidak terhubung dengan internet. Namun upaya perlindungan data pribadi belum banyak dilakukan beberapa tahun lalu. Berjalannya perkembangan teknologi, ia mulai menjaga keamanan data, termasuk dengan sensor 8 digit NIK warga Jateng.

“Kalau tidak disensor nanti juga bisa dihubungi home kredit. Jadi kita positifnya begitu, secara motif ekonomi saja,” jelasnya.

Ketua KPU Jateng Paulus Widiantoro mengatakan KPU memiliki sejumlah tindakan pengamanan. Di antaranya dengan penyimpanan data dengan standar khusus.

“Penyimpanan ada di komputer yang tidak ada internet. Tidak boleh disimpan di dalam laptop, di dalam PC dengan internet dan tidak digunakan untuk tugas lain,” kata Paulus Widiantoro.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data yang diklaim berasal dari KPU RI. Dugaan kebocoran data tersebut terungkap dari unggahan seorang anggota forum Breached, Bjorka pada 6 September 2022.

Bjorka mengaku punya data 105 juta data penduduk. Data tersebut meliputi NIK, KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, alamat dan usia.

Data disebut disimpan dalam file berukuran 20 GB atau 4 GB setelah dikompres. Untuk membuktikan bahwa data itu asli, Bjorka memberikan sekitar dua juta sampel data gratis. [cob]

Baca juga:
Situs Pemprov Sultra Diretas Mengatasnamakan Bjorka, Diskominfo: Kita Matikan Server
Bjorka Setop Bernyanyi, Akun Bjorkanism Ditangguhkan Twitter
Buru Bjorka, Tim Khusus akan Jalin Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri
Desmond soal Salah Tangkap Bjorka: Kalau Polisi Tangkap yang Bener, Itu Baru Aneh


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.