Kenapa Banyak Perusahaan Minta Pegawainya WFO?

portalutama.com – Beberapa waktu lalu, di media sosial Twitter sempat ramai dibicarakan mengenai para pegawai perusahaan yang mulai diminta untuk kembali bekerja dari kantor atau work from office (WFO). Namun, terlihat beberapa pegawai juga yang mengeluhkan keputusan perusahaan untuk kembali WFO.

Hal ini sontak menimbulkan pro dan kontra dengan kebijakan adanya WFO kembali. Salah satu cuitan di Twitter menyayangkan tindakan netizen yang ‘menyorakkan’ para pegawai yang mengeluh karena diminta untuk WFO.

“Menyayangkan netizen sesama Kelas Buruh yg malah sorakin teman-teman yg mengeluh krn disuruh WFO lagi. WFH memang sebuah perk yg gak didapat semua Working Class. Boleh aja iri dalam hati, tapi apa yg mau dicapai dgn narik-narik mereka. ‘If I cant WFH then you shouldnt WFT too'” cuit @Ou*****d****, dikutip Minggu (26/2/2023).

Seiring dengan melonggarnya peraturan pembatasan mobilitas, kini memang banyak perusahaan yang meminta pegawainya kembali WFO. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi di berbagai negara juga.

Salah satu faktor yang membuat pegawai kembali bekerja dari kantor tentunya tergantung dari bidang maupun model pekerjaan. Hal ini diungkapkan oleh Praktisi dan Konsultan Sumber Daya Manusia (SDM) Audi Lumbantoruan.

“Nggak semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah. Contoh di bidang keuangan perusahaan, di akhir bulan kan biasanya ngecek-ngecek pajak, invoice, tagihan, itu harus di kantor karena harus ada koordinasi,” tuturnya kepada detikcom, ditulis Minggu (26/2/2023).

Audi juga mencontohkan pekerjaan lainnya, seperti pekerja di bidang manufaktur dan perbankan. “Kalau yang bergerak di manufaktur, kan harus masuk untuk ngecek produksi. Di perbankan, itu kan harus masuk karena berkaitan dengan customer walaupun sekarang sudah ada aplikasi-aplikasi,” tambahnya

Menurutnya, ke depan akan ada pilihan yang ditawarkan terkait model bekerja oleh perusahaan, baik bekerja dari kantor maupun dari mana saja.

Senada, Pakar Bisnis Rhenald Kasali menuturkan bahwa alasan perusahaan kembali menerapkan WFO karena terdapat pekerjaan yang mengharuskan ke kantor. Sebab, ada pelayanan-pelayanan yang tidak bisa dilakukan jika pegawainya tidak ke kantor.

“Kalau dari operating cost ya lebih hemat kalau orang-orang di rumah tapi masalahnya efektivitas pekerjaan. Ada pekerjaan yang mengharuskan orang ketemu. Hanya sekarang orang sadar betul kalau bekerja dapat dilakukan dari mana saja,” tuturnya.Meski demikian, menurutnya jika dilihat dari biaya operasional, perusahaan dapat sedikit berhemat jika pegawainya bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

“Sebetulnya untungnya juga nggak banyak kalau dari operating cost, dari listrik, makan siang, transport itu kan nggak terlalu besar jadi sebetulnya kalau menghemat juga tidak terlalu besar kalau orang kerja di rumah bagi kantor. Ini soal kebiasaan aja,” paparnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version