Keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan Dikagumi di Timteng, Khofifah Gelar Seminar di Riyadh dan Jeddah

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kontribusi para ulama Indonesia bagi dunia keilmuan di Timur Tengah termasuk Arab Saudi, memang sudah diakui dan luar biasa. Salah satunya adalah tulisan tangan Syaikhona Kholil yang selama ini juga sangat mewarnai religiusitas kehidupan masyarakat Bangkalan dan Jatim.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan sambutan dalam Rakernas Lajnah Wanita Thoriqoh An-Nahdliyah Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (Wathonah Jatman) di Ponpes Syaikhona Kholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan, Senin (18/7/2022).

Khofifah belum genap sepekan ini kembali dari melaksanakan ibadah Haji. Kabar tentang kekaguman para ulama Timur Tengah terhadap kitab-kitab para ulama Indonesia, termasuk manuskrip atau tulisan naskah kuno yang ditulis langsung Syaikhona Kholil Bangkalan, seolah menjadi salah satu ‘buah tangan’ Khofifah sekembali dari Tanah Suci Makkah.

“Kalau bukan kita yang menjelaskan, tidak banyak orang mengetahui betapa besarnya kontribusi keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan. Bukan hanya warga NU, warga Indonesia, tetapi juga bagi warga Timur Tengah khususnya Arab Saudi,” ungkap Khofifah di hadapan para Wathonah dan sejumlah dzurriyah Syaikhona Kholil.

Rakernas pertama itu bertemakan, ‘Dengan Rakernas Kita Tingkatkan Peran Wathonah dalam Memperkokoh NKRI’. Dihadiri warga dan pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama yang berasal dari Bali, Lampung, Makassar, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Yogyakarta.

Sementara dari pihak shohibul bait keluarga besar dzurriyah Syaikhona Kholil, tampak hadir Nyai Hj Mutma’innah binti Abdullah Aschal, RKH Nasih Aschal, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, hingga Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Bangkalan, KH Makki Nasir.

Karena itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jawa Timur dalam setahun terakhir telah melakukan identifikasi terhadap naskah-naskah dari karya-karya ulama Indonesia seperti Syaikhona Kholil dan Syeikh Nawawi Al Bantani dalam format digital manuskrip atau turos.

“Saya ingin kita membuat Seminar di Riyadh dan Jeddah untuk menjelaskan kepada komunitas dan para ulama di Arab Saudi maupun di Timur Tengah, bahwa konstribusi keilmuan ulama-ulama Indonesia itu luar biasa,” jelasnya.

Rencananya, Seminar tentang Kontribusi Keilmuan Ulama-ulama Indonesia akan digelar pada November 2022 yang dipusatkan di Riyadh. Sebagai persiapan, semua yang terlibat dalam pengumpulan turos atau manuskrip sekarang ini akan dimaksimalkan.

“Saya kemudian akan minta keynote speakernya adalah Pak Wapres, KH Ma’ruf Amin. Karena dari segi nasabiyah, beliau adalah bagian dari Syaikh Nawawi Al Bantani. Ini kalau tidak kita yang menyampaikan, tidak akan tersampaikan,” harapnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *