Jumlah Penumpang Berbeda, Ini Penjelasan Operator Kapal yang Terbakar di NTT

Merdeka.com – PT Pelayaran Darma Indah yang mengoperasikan KM Express Cantika 77 menjelaskan terkait perbedaan manifest penumpang pada kapal rute Kupang-Alor. Kepala Cabang PT Pelayaran Darma Indah Kupang, Syeren Patrisia mengungkapkan, jumlah penumpang sesungguhnya adalah 226 orang. Jumlah ini terdata sesuai manifest upload sistem penjualan tiket di loket Cantika.

“Jumlah ini yang real. Kalau jumlah 167 orang selama ini sesuai manifest awal itu adalah kesalahan teknis pada penjualan tiket kami, karena operator satu saja yang berfungsi. Yang satunya itu error sehingga dia melakukan penjualan secara manual,” kata Syeren kepada wartawan, Kupang, Rabu (26/10).

Menurut Syeren, ketika data penumpang terunggah dan informasi diterima bahwa kapal mengalami kebakaran, pihaknya tidak lagi mengupload manifest ke sistem penjualan tiket kami.

“Setelah evakuasi dengan mengerahkan kapal 9E ke TKP, baru besoknya kami upload nama-nama penumpang ke sistem manifest penjualan tiket kami,” jelasnya.

Syeren Patrisia kembali menegaskan, data sesungguhnya penumpang yang membeli tiket di loket Cantika itu 226 dan manifestnya ada. Sedangkan kapasitas KM Cantika Express 77 berjumlah 416 penumpang.

“Selain itu kami tidak tahu, karena kalau pengecekan tiket barcode itu, kami diawasi oleh easybook untuk penjualan tiket. Tidak tahu ada kelebihan penumpang, karena manifest real sesuai barcode dan setelah kita upload ke sistem manual ke sistem penjualan, itu hanya 226 orang,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang menyatakan, sebelum kapal tersebut diberangkatkan, pihaknya menerima laporan pihak operator melalui sistem inaportnet terkait manifest penumpang sebanyak 176 orang.

Namun, Perwakilan KSOP Tenau Kupang Toni kepada wartawan mengatakan, kenyataan di lapangan ditemukan jumlah korban melebihi data jumlah penumpang yang ada dalam manifest yang dilaporkan ke KSOP Tenau Kupang.

Di mengatakan, jumlah penumpang kapal yang melebihi manifest itu tidak diketahui pihak KSOP Kupang karena pemeriksaan dilakukan oleh petugas dari pihak operator kapal.

KSOP, kata dia, bertugas memeriksa aspek keselamatan dan keamanan kapal untuk mencegah hal seperti adanya penumpukan penumpang yang masuk dari terminal ke kapal.

“Kami tidak melakukan cecker karena itu bukan tugas kami lagi untuk melakukan ceck di depan kapal. Ada petugas dari operator,” kata Toni.

Berdasarkan laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, jumlah korban yang sudah berhasil dievakuasi hingga Rabu (26/10) pagi sebanyak 320 orang, yang di antaranya sebanyak 18 orang yang dinyatakan meninggal dunia.

[cob]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.

error: Content is protected !!