Indonesian Paradise Property Targetkan Marketing Sales Antasari Place Rp 1,5 Triliun

(Kanan-kiri): Anthony Prabowo Susilo, Direktur Utama PT INPP; Reagan Halim, Chief Project Marketing INPP; A.H Bimo, Direktur Utama PT PDS; dan Rusandi Wiryanto, Deputy Chief Development Officer INPP.

Fokus menggarap proyek commercial, hospitality dan residential di Bali, Batam, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta membuat kiprah PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) kian diperhitungan. Sebut saja Plaza Indonesia Shopping Center, The Plaza, FX Sudirman, Beachwalk Shopping Center (Bali) merupakan proyek properti komersial yang telah diselesaikan INPP.

Sedangkan untuk proyek hospiltality, beberapa proyek yang sudah dirampungkan INPP, antara lain, Grand Hyatt (Jakarta), Sheraton Bali Kuta Resort, Aloft Bali, Harris Hotel (Batam), Harris Hotel (Bali), Yello Hotel Bali, dan POP Hotel Sangaji Yogyakarta. Dan untuk proyek properti residential, INPP telah merampungkan Keraton at The Plaza, Beachwalk Residence (Bali), dan proyek terbarunya yang sedang dalam tahap pembangunan yaitu 31 Sudirman Suites, Hyatt Place (Makassar) dan Antasari Place.

Antasari Place merupakan proyek akuisisi INPP dari PT Prospek Duta Sukses (PDS). Proses akuisisi dilakukan tahun 2021, dimana saat ini PDS sebagai entitas anak dari INPP yang dipercaya mengembangkan proyek apartemen Antasari Place, (sebelumny 45 Antasari), di Jalan Pengeran Antasari, Jakarta Selatan.

Menurut Anthony Prabowo Susilo, Direktur Utama PT INPP, Antasari Place merupakan proyek ke-24 dan proyek akuisisi ke-7 bagi INPP setelah beberapa proyek yang diakuisisi seperti 23 Paskal Shopping Center (Bandung), FX Sudirman,Beachwalk Shopping Center, Bali, Harris Resort Waterfront, Batam dan lain-lain. “Akuisisi Antasari Place, merupakan langkah kami kembali ke Jakarta, setelah sukses melakukan akuisisi beberapa proyek properti di kota besar lainnya,” kata Anthony.

A.H Bimo, Direktur Utama PT PDS, menambahkan Antasari Place merupakan apartemen 2 tower yang dibangun di atas lahan 2,5 hektar. Jumlah unitnya untuk masing-masing tower terdiri dari 980 unit dan 621 unit. Tiap tower menawarkan 3 tipe yaitu studio, 1 bedroom, dan 2 bedroom dengan harga sekitar Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar. “Tower 1, ditargetkan selesai akhir tahun 2024,” katanya.

Menurut Rusandi Wiryanto, Deputy Chief Development Officer INPP, untuk tower 1, tipe studio (50%), 1 Bedroom (30%) dan 2 Bedroom (20%). Sedangkan untuk tower 2 rencananya tipe studio (20%), 1 Bedroom (50%) dan 2 Bedroom (30%).

Diakui Reagan Halim, Chief Project Marketing INPP, meskipun progres pembangunan Antasari Place sudah sampai lantai 4 (area untuk mall dan ritel), tapi hingga saat INPP belum menjual unit apartemen tersebut. Rencananya akhir September ini INPP ingin mengundang 300 member broker dan 800-1000 agen properti untuk memperkenalkan Antasari Place. “Kemungkinan Oktober nanti sekitar 400 unit tower 1 yang tersisa akan mulai kami pasarkan,” katanya.

Diakui Anthony, pihaknya akan menggolontorkan investasi Rp 1 triliun lebih untuk merampungkan kedua tower Antasari Place. Tapi yang jelas struktur pendanaannya, selain berasal dari modal sendiri, penjualan unit dan juga dari bank. “Kami menargetkan marketing sales Rp 1 triliun – Rp 1,5 triliun dari penjualan kedua unit Antasari Place,” katanya.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.