IHSG Terkoreksi Jelang Pengumuman BI Rate, Bagaimana Sesi II?

portalutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Jelang pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona koreksi.

IHSG melemah 0,18% dan ditutup di 6.808,58 pada sesi I perdagangan Kamis (22/12/2022). IHSG dibuka di 6.820,70 dan sempat menguat ke 6.844,12.

Namun setelah itu IHSG berbalik arah dan sempat menyentuh posisi terendah intraday di 6.800,62. Meski terkoreksi, tetapi mayoritas saham masih mengalami apresiasi. Sebanyak 288 saham mengalami kenaikan di sesi I.

Pelaku pasar kini menanti kebijakan BI terkait dengan penetapan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate.

Konsensus pelaku pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) sehingga suku bunga akhir tahun akan berada di 5,5%.

Untuk melihat arah pergerakan IHSG di sesi II, simak ulasan teknikal di bawah ini.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks bergerak di dekat batas atas BB 6.833.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI berada di 57,13 hingga sesi I berakhir.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis MA 12 sudah memotong garis MA 26 dari bawah.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, IHSG berpotensi menguji resisten terdekat di 6.833. Apabila level tersebut tertembus maka peluang ke 6.900 semakin besar.

error: Content is protected !!