IHSG Ditutup Menguat 0,61%, Saham Perbankan Jadi Penggerak

portalutama.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,61% ke level 7.098 pada hari terakhir di bulan Oktober ini, Senin (31/10).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini tercatat mencapai Rp 14,16 triliun dengan volume 21,91 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1.245.088 juta kali.

Tercatat 220 saham terkoreksi, 302 saham menguat, dan 185 saham tidak bergerak. Sedangkan untuk kapitalisasi pasar IHSG pada hari ini juga tergerus menjadi Rp 9.452,28 triliun.

Investor hari ini aktif memborong saham-saham di sektor perbankan usai melaporkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal ketiga tahun ini seperti PT Bank Central Asia Tbk., senilai Rp 928,9 miliar. Hari ini, saham BCA naik 0,57%.

Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk. juga naik 3,43% setelah investor hari ini memborong sahamnya senilai Rp 720,8 miliar. Sedangkan, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk., hari ini sahamnya juga naik masing-masing 0,32% dan 0,80%.

BACA JUGA

IHSG Sesi I di Zona Hijau, Saham Sektor Transportasi Melonjak 2,06%

Sebagai penggerak pasar (market movers) bagi IHSG, lantas, bagaimana proyeksi pertumbuhan sektor perbankan ke depan?

Dalam risetnya, analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan, tren pertumbuhan kinerja keuangan emiten sektor bank diprediksi berlanjut. Hampir seluruh indikator menunjukkan tren perbaikan.

“Kami memperkirakan keuntungan emiten bank tetap kuat pada paruh kedua tahun 2022. Tren tersebut terlihat dari kecenderungan peningkatan NIM dan biaya kredit yang tetap terkontrol dengan baik. Sedangkan rasio CASA masih cenderung naik,” terangnya dalam risetnya.

Terkait kenaikan tingkat suku bunga, RHB Sekuritas menyebutkan, belum berdampak negatif terhadap pertumbuhan kredit sektor perbankan. Pertumbuhan kredit sektor perbankan masih berada di atas 10%, imbal hasil kredit juga tidak terpangaruh, termasuk biaya kredit.

Bila merujuk performa indeks sektor keuangan di bursa (IDXFinance) juga tercatat tumbuh. Saham BMRI mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, termasuk bank Himbara lainnya seperti BBRI, BBNI dan BBTN yang mencatatkan tren kenaikan.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor perbankan. Sedangkan saham BBTN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.450. Sedangkan, dalam risetnya, Mirae Asset merekomendasikan target harga BBRI di level Rp 6.100, BBNI di level Rp 8.700 dan BMRI Rp 11.000.

BACA JUGA

Saham Bank Mandiri Tertinggi Sepanjang Masa, Bagaimana Prospeknya?

    1

    2

error: Content is protected !!