IHSG Diprediksi Terkonsolidasi, Berikut Rekomendasi Saham Analis

portalutama.com – Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan berpotensi terkonsolidasi pada perdagangan hari ini, Senin (17/10). Analis melihat potensi IHSG naik dalam jangka menengah hingga panjang masih terlihat. Dengan begitu, para investor dapat memanfaatkan momentum tekanan untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham – saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan gelombang tekanan dalam pola gerak IHSG terlihat masih cukup besar. Hal ini disertai oleh masih tercatatnya gelombang capital outflow yang terjadi selama sepekan lalu serta terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah.

“Jelang rilis data perekonomian neraca perdagangan pada hari ini yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil akan turut mewarnai pergerakan IHSG. Potensi naik dalam jangka menengah hingga panjang masih terlihat,” ujar William dalam risetnya Minggu malam (16/10).

BACA JUGA

Mengintip Kinerja Blibli (BELI) Jelang IPO, Miliki Aset Rp16,8 Triliun

Lebih jauh ia mengatakan, momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Untuk perdagangan hari ini, William merekomendasikan saham-saham berikut:

    PT Bank Central Asia (BBCA)

    PT Astra International (ASII)

    PT Indofood Sukses Makmur (INDF)

    PT Jasa Marga (JSMR)

    PT AKR Corporindo (AKRA)

    PT Summarecon Agung (SMRA)

    PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG)

    PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP)

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi level support IHSG hari ini berada di 6734, 6679 dan 6600. Sedangkan untuk level resistance berada di 6950, 7000 dan 7075.

BACA JUGA

IPO Blibli Resmi Dimulai: Tawarkan Saham Rp 410, Ini Jadwalnya

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan juga merekomendasikan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk speculative buy pada rentang harga 4.100-4.160 dengan target harga terdekat di 4.300. Sedangkan Bank Mandiri direkomendasikan untuk hold selama harga masih di atas 9.300.

Selanjutnya, Charoen Pokphand Indonesia direkomendasikan accumulative buy pada rentang harga 5.100-5.200 dengan target harga terdekat di 5.600.

error: Content is protected !!