IHSG Berpotensi Terkonsolidasi, Saham BUMN Dapat Jadi Pilihan

portalutama.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkonsolidasi pada perdagangan hari Kamis (13/10) setelah turun selama tiga hari berturut-turut pada pekan ini. Analis merekomendasikan investor untuk memantau saham-saham emiten BUMN.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya melihat pola pergerakan IHSG masih dibayangi oleh pola tekanan minor. Namun, momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang,

“Hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” kata William dalam risetnya, Rabu malam (12/10).

William merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Gudang Garam TBK (GGRM), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

BACA JUGA

IHSG Anjlok Lagi ke Level 6.909, Sektor Teknologi Ambrol Hampir 3%

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi level support IHSG akan berada di 6.872, 6.800, dan 6.734. Sedangkan level resistance berada di 7.000, 7.075 dan 7.152.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan hold atau buy on weakness pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di harga 1.750-1.770, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di harga 6.900-7.05o, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) di harga 4.200-4.250, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di harga 4.630-4.660.

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan kemarin turun 0,43% ke level 6.909. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, nilai transaksi saham kemarin tercatat mencapai Rp 13.392 triliun dengan volume 28.620 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1.172.414 juta kali.

Tercatat sebanyak 415 saham terkoreksi, 144 saham menguat, dan 127 saham tidak bergerak. Sedangkan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 9.140 triliun.

error: Content is protected !!