Golden Energy Mines, Antara Existing Customer dan Pelanggan Baru

Bonifasius, Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk.

Sebagai barang komoditas, nasib batu bara sangat ditentukan tingkat permintaan dan ketersediaan, serta fluktuasi harga. Covid-19 dan perlambatan ekonomi global yang terjadi belakangan ini tentu ikut memengaruhi kondisi sektor ini, terutama pada permintaan dan ongkos produksi batu bara.

Diakui Bonifasius, Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk. (kode di bursa: GEMS), pengaruh itu juga dirasakan perusahaannya. “Dari sisi operasional, kejadian luar biasa ini tentu membawa dampak signifikan, antara lain pada menurunnya permintaan dan harga batu bara pada tahun 2020. Hal lainnya terkait kondisi cuaca yang turut berpengaruh terhadap ketercapaian hasil produksi,” ungkapnya.

Untuk menghadapinya, pada sisi operasional, perseroan antara lain berupaya cepat memitigasi hal-hal terkait kondisi cuaca dengan berpatokan pada kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Juga melakukan berbagai tindakan preventif dan aksi cepat yang berhubungan dengan pandemi Covid-19 termasuk program vaksinasi, pengaturan jam kerja dan mobilitas kerja, penerapan pekerjaan berbasis teknologi, dan peninjauan secara kontinu terhadap pasar batu bara.

“Tujuannya, agar memudahkan semua pihak dalam melakukan pekerjaan dan mendukung kelancaran seluruh proses pekerjaan dalam perseroan dan pihak eksternal,” kata pria yang akrab disapa Boni itu.

Pihaknya juga melakukan sejumlah langkah yang berdampak signifikan terhadap kinerja saham perusahaan. Antara lain, tetap mempertahankan existing customer dan secara kontinu mencari terobosan untuk pasar-pasar baru, melakukan mitigasi risiko secara menyeluruh termasuk memperhatikan dan mengutamakan belanja modal yang mendesak dan vital, memantau ketat perkembangan pembangunan infrastruktur yang akan mendukung kinerja produksi hingga penjualan batu bara, dan selalu memantau situasi global agar dapat mengantisipasi situasi.

Demi menjaga kepercayaan investor di tengah situasi sulit itu, kata Boni, perseroan mengedepankan prinsip manajemen terbuka kepada stakeholders dan selalu memberikan informasi kejadian penting dalam perseroan, serta secara konsisten menerapkan prinsip good corporate governance dan proses bisnis yang mendukung keberlanjutan (sustainability). “Perseroan juga selalu memberikan imbal balik secara konsisten berupa pembagian dividen setiap tahunnya,” ujrnya.

Dalam urusan investasi, di tahun 2018, GEMS telah mengakuisisi PT Barasentosa Lestari, perusahaan tambang di Sumatera dengan konsesi PKP2B generasi dua. Aksi ini untuk tujuan pertumbuhan organik dan anorganik perusahaan. “Tentunya, untuk tujuan jangka panjang dapat meningkatkan produksi dan kinerja keuangan perseroan secara keseluruhan,” ucapnya. Sejauh ini, kondisi harga batu bara yang terus meningkat sangat berpengaruh terhadap kinerja positif perseroan.

Ke depannya, sebagai langkah untuk memperkuat kinerja perusahaan dan kinerja sahamnya agar terus membaik di masa mendatang, pihaknya akan melanjutkan strategi-strategi itu secara konsisten. Juga berupaya terus meningkatkan penjualan dan memantau biaya-biaya perseroan secara ketat. Selain itu, “Menjalankan kegiatan operasional yang sustainable serta memberikan imbal balik secara konsisten kepada shareholders dan stakeholders perseroan,” kata Boni. (*)

Yosa Maulana dan Vina Anggita

www.swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.