EV Makin Ramai, Bisakah SLIS Jadi Pemimpin Defacto?

portalutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Emiten motor listrik, Gaya Abadi Sempurna (SLIS), akan segera melaksanakan putaran penggalangan dana baru di bursa lewat mekanisme rights issue (RI). Aksi korporasi tersebut salah satunya akan digunakan untuk penguatan modal kerja perusahaan agar dapat bersaing di segmen bisnis yang semakin kompetitif.

SLIS merupakan emiten pertama di bursa yang 100% masuk dan berbisnis di sektor kendaraan listrik, khususnya lewat penjualan sepeda listrik, motor listrik dan kendaraan listrik roda tiga.

Awalnya saham yang dihargai RP 115 pada saat penawaran umum perdana (IPO) ini disambut antusias oleh investor publik. Isu ekonomi hijau yang sudah semakin dekat, stimulus kebijakan dari pemerintah, hingga mimpi penemuan ‘ladang emas’ di bursa RI bak Telsa di AS menjadi propelan meroketnya harga saham SLIS.

Saham ini kemudian sempat menyentuh level tertinggi pada pertengahan tahun lalu dam tercatat naik 12.400% dari harga IPO dam kurun waktu kurang dari dua tahun. Alhasil perusahaan yang baru menjual kendaraan listrik dalam jumlah sangat terbatas – pendapatan Rp 460 miliar dan laba Rp 30 miliar tahun 2019 – valuasinya menggelembung hingga nyaris mencapai Rp 30 triliun. Hal ini turut membuat pemiliknya menjadi salah satu orang terkaya RI di atas kertas.

Akan tetapi kisah manis itu langsung berbalik arah 180 derajat. Sejak menyentuh level tertinggi, saham perusahaan kembali jatuh bak meteor menghantam bumi, cepat dan tajam. Akhir tahun 2021 saham ini turun di bawah level Rp 1.000 dengan tren penurunan kembali berlanjut tahun ini.

Saat ini saham SLIS diperdagangkan di harga Rp 258 – turun 98,21% dari posisi tertinggi – dengan kapitalisasi pasar bersisa Rp 516 miliar.

error: Content is protected !!