Ekonomi Global Bergejolak, Bukit Asam Belum Pasang Target 2023

portalutama.com – Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) belum memasang target kinerja untuk tahun depan, baik dari sisi pendapatan hingga laba. Lantaran, perseroan juga masih mencermati gejolak ekonomi tahun depan yang berpotensi turut mempengaruhi pergerakan harga batu bara.

“Untuk tahun 2023 yang penuh dengan tantangan dan kemungkinan besar mungkin akan ada resesi, kami akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Tapi secara umum tentunya kami menginginkan produksi, penjualan serta laba harusnya lebih baik dibandingkan dengan tahun ini,” kata Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail dalam konferensi pers kinerja Bukit Asam Kuartal III, Kamis (27/10/2022).

Hingga kuartal III 2021, total produksi batu bara PTBA mencapai 27,7 juta ton, meningkat 21 persen dibanding kuartal III 2021 sebesar 22,9 juta ton. Sedangkan penjualan batu bara PTBA sampai dengan kuartal III 2022 sebanyak 23,5 juta ton, tumbuh 12 persen dibanding kuartal III 2021.

“Untuk penjualan kuartal III ini prinsipnya ini kami terus melakukan praktek di lapangan menggunakan operasional yang excellence. Sehingga produksi yang kita lakukan terus kita optimalkan, kita tingkatkan dan mengikuti kondisi perkembangan di pasar dan juga perkembangan kami yang di internal,” ujar Arsal.

Menurut dia, yang paling penting dalam kegiatan produksi adalah pengelolaan ongkos produksi seefisien mungkin, dibarengi dengan good mining practice.

“Jadi Kegiatan operasional itu benar-benar mengikuti aturan yang ditetapkan,” imbuh dia.

Pada 2022, Bukit Asam menargetkan produksi batu bara menjadi 36,41 juta ton pada 2022. Produksi batu bara tersebut naik 21 persen dari realisasi tahun sebelumnya, 30,04 juta ton.

Perseroan juga menargetkan angkutan pada 2022 ditingkatkan menjadi 31,50 juta ton atau naik 24 persen dari realisasi angkutan 2021 sebesar 25,42 juta ton. Sementara itu, volume penjualan batu bara 2022 ditargetkan sebesar 37,10 juta ton atau naik 31 persen dari realisasi penjualan batu bara 2021 sebesar 28,37 juta ton.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bukit Asam Kantongi Laba Rp 10 Triliun hingga Kuartal III 2022

Sebelumnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sukses melanjutkan kinerja positif hingga kuartal III 2022. Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 10 triliun, naik 110 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy) sebesar Rp 4,8 triliun.

Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail menjelaskan, capaian laba bersih itu didukung dengan pendapatan sebesar Rp 31,1 triliun, meningkat 60 persen dibanding periode sama tahun lalu.

“Kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan,” imbuh Arsal dalam konferensi pers kinerja Bukit Asam Kuartal III, Kamis (27/10/2022).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Batu Bara Acuan (HBA) meningkat sekitar 101 persen persen dari USD 158,50 per ton pada Januari 2022 menjadi USD 319,22 per ton pada September 2022.

Produksi dan Penjualan pada Kuartal III 2022

“Kinerja gemilang ini juga didukung kinerja operasional perseroan yang solid di sepanjang Kuartal III 2022. Mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, perseroan menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimal,” kata Arsal.

Produksi dan Penjualan pada Kuartal III 2022

Total produksi batu bara Bukit Asam hingga kuartal III 2022 mencapai 27,7 juta ton, meningkat 21 persen dibanding kuartal III 2021 yang sebesar 22,9 juta ton. Sedangkan penjualan batu bara PTBA sampai dengan kuartal III 2022 sebanyak 23,5 juta ton, tumbuh 12 persen secara tahunan.

“Porsi penjualan ekspor PTBA terus meningkat dari 33 persen pada kuartal I 2022, 38 persen pada kuartal II 2022, dan mencapai 44 persen pada kuartal III 2022. Peningkatan porsi ekspor pada kuartal II dan III tersebut menyebabkan porsi ekspor sampai dengan kuartal III 2022 tercatat sebesar 38 persen dari seluruh penjualan,” ujar Arsal.

Sementara, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) hingga kuartal III 2022 tercatat sebesar 14,4 juta ton atau 159 persen dari target tahunan.

Bukit Asam Genjot Pasar Ekspor

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengekspor ratusan batu bara ke Italia. Ekspor ke Italia ini sebagai permulaan Bukit Asam untuk jajaki pasar Eropa.

Langkah Bukit Asam menjajaki pasar Eropa seiring memanfaatkan momen kenaikan harga batu bara ke pasar global. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit Asam Tbk Farida Thamrin menuturkan, pihaknya tidak abaikan pasokan dalam negeri meski ekspor digenjot.

“Bukit Asam terus meningkatkan porsi ekspor tentunya tidak mengabaikan kebutuhan dalam negeri,” ujar dia dikutip dari Antara, Selasa (20/9/2022).

Farida mengatakan, pasar ekspor utama perseroan masih didominasi India. Bahkan terjadi peningkatan dua juta ton secara tahunan (year on year/yoy). Porsi ekspor ke India mencapai 18 persen dari total penjualan.

Selanjutnya diikuti Korea Selatan sebesar 4 persen, Thailand 3 persen, China 2 persen dan Kamboja 2 persen. Adapun porsi penjualan ekspor batu naik dari 33 persen pada kuartal I 2022 menjadi 38 persen pada kuartal II 2022.

Selama semester I 2022, perseroan mencatat porsi ekspor 35 persen dari seluruh penjualan seiring kenaikan pada kuartal II 2022.

Untuk harga jual rata-rata pada kuartal II 2022 mencapai Rp 1,3 juta ton per ton, menguat 14 persen dibandingkan kuartal I 2022 seiring peningkatan porsi penjualan ekspor.

Sedangkan untuk pasar dalam negeri, menurut Farida, pihaknya tetap penuhi suplai batu bara untuk kebutuhan domestik 65 persen. Farida optimistis seiring kenaikan harga batu bara dan kebutuhan dan permintaan ekspor meningkat dapat dongkrak kinerja hingga akhir 2022.

Sementara itu, untuk total produksi batu bara Bukit Asam selama semester I 2022 mencapai 15,9 juta ton, atau bertambah 20 persen dibandingkan semester I 2021 sebesar 13,3 juta ton. Penjualan batu bara Bukit Asam per semester I 2022 sebesar 14,6 juta ton, naik 13 persen secara tahunan.