Dua Miliarder Investor Besar Dukung Sam Bankman-Fried FTX: Sebut Saya Gila, Tapi Saya Pikir…

portalutama.com – Pendiri FTX Sam Bankman-Fried mengatakan dia sebenarnya tidak begitu menyadari masalah besar di bursa crypto yang saat ini bangkrut. Sayangnya, hanya sedikit yang mempercayainya, termasuk dua miliarder investor terkenal, Bill Ackman dan Kevin O’Leary. Keduanya tampaknya Bankman-Fried.

Dalam sebuah wawancara di New York Times DealBook Summit, Bankman-Fried membela diri pada melawan tuduhan penipuan setelah raksasa pertukaran USD32 miliar (Rp494 triliuln) miliknya runtuh dengan cara yang spektakuler, mengguncang kepercayaan pada sektor cryptocurrency dan memicu seruan baru untuk regulasi yang lebih ketat.

Melansir Fortune di Jakarta, Jumat (2/12/22) ia mengatakan bahwa dia tidak sengaja mencampur dana dari bursa dengan dana dari perusahaan perdagangannya, Alameda Research.

“Saya tidak sengaja mencampuradukkan dana,” katanya. Ia menggambarkan masalah itu sebagai kegagalan pengawasan dan bukan sesuatu yang jahat. “Saya tidak menjalankan Alameda. Saya gugup karena konflik kepentingan terlalu terlibat.”

“Saya tidak pernah mencoba melakukan penipuan,” tambahnya. “Saya sangat senang dengan prospek FTX sebulan yang lalu. Saya melihatnya sebagai bisnis yang berkembang. Saya terkejut dengan apa yang terjadi bulan ini. Dan dalam merekonstruksinya, ada hal-hal yang saya harap telah saya lakukan secara berbeda. Jelas saya membuat banyak kesalahan.”

Sementara itu, miliarder pendiri hedge fund Pershing Square Capital Management, Bill Ackman pun memberikan respon di Twitter: “Sebut saya gila, tapi saya pikir @sbf mengatakan yang sebenarnya.”

Sementara itu, Kevin O’Leary yang merupakan seorang investor di FTX, mengambil posisi yang sama: “Saya kehilangan jutaan sebagai investor di @FTX dan terkena sandblasted sebagai juru bicara berbayar untuk perusahaan, tetapi setelah mendengarkan wawancara itu, saya berada di kubu @billAckman tentang anak itu!”

Bankman-Fried mengundurkan diri sebagai CEO FTX pada 11 November, di hari yang sama perusahaanya dengan Alameda Research mengajukan kebangkrutan. Perusahaan itu mengalami krisis likuiditas yang berasal dari semacam bank run, dengan pelanggan FTX yang panik membuat permintaan penarikan USD6 miliar (Rp92 triliun) dalam hitungan hari di tengah pertanyaan tentang solvabilitas bursa.

Sementara itu, miliarder pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban mengatakan bahwa Bankman-Fried harus dihukum penjara.

“Saya tidak tahu semua detailnya, tapi kalau saya jadi dia, saya takut masuk penjara lama-lama,” ujarnya. “Itu pasti terdengar buruk. Saya benar-benar berbicara dengan pria itu, dan saya pikir dia pintar. Tapi saya tidak tahu dia akan mengambil uang orang lain dan menggunakannya untuk kepentingan pribadinya.”

error: Content is protected !!