CCTV Mati, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembusuran Suporter PSM

Merdeka.com – Kepolisian Resor Kota Besar Makassar masih menyelidiki kasus pembusuran terhadap seorang suporter PSM, Andi Ahsan Taqwim di Jalan Poros Pattalasang Baddoka, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (11/9). Polisi sampai saat ini masih kesulitan mengungkap pelaku pembusuran.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak telah meminta Polsek Biringkanaya untuk melakukan penyelidikan terkait pembusuran terhadap seorang suporter PSM. Ia juga sudah memerintahkan unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) untuk melakukan backup penyelidikan Polsek Biringkanaya.

“Sampai sekarang kita masih cari. Tapi di-backup sama Jatanras,” kata Reonald usai pemusnahan barang bukti busur di Mapolrestabes Makassar, Selasa (13/9).

Sementara Kapolsek Biringkanaya, Komisaris Alimuddin mengaku masih melakukan penyelidikan terkait pembusuran terhadap suporter PSM. Ia kesulitan mengungkap pelaku pembusuran karena CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian perkara dalam kondisi tidak menyala.

“Kemarin (saat kejadian) itu seluruh CCTV yang di jalan tidak aktif,” kata dia.

Alimuddin mengaku TKP pembusuran sebenarnya masuk wilayah aman. Kasus pembusuran terhadap suporter PSM tersebut adalah kejadian pertama.

“Tidak pernah ada kejadian di sana dan juga bukan wilayah rawan (kriminalitas). Apalagi di situ juga dekat Polda,” sebutnya.

Alimuddin mengaku kasus pembusuran terhadap suporter PSM terjadi pukul 05.00 WITA, Minggu (11/9). Korban melewati TKP setelah mendukung PSM saat berhadapan dengan Persebaya di Kota Parepare.

Sementara itu, Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ), Nugraha Uki mengatakan saat ini kondisi Andi Ahsan Taqwim masih mendapatkan perawatan di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar. Ahsan sudah menjalani operasi, karena busur yang menancap di tubuhnya menembus paru-paru.

“Sudah operasi, karena kemarin katanya busurnya kena paru-paru. Tapi pascaoperasi ternyata ada yang ke jantung juga,” ungkapnya.

Dia berharap kepolisian bisa segera menangkap pelaku pembusuran terhadap anggotanya. Selain itu, Daeng Uki sapaan akrabnya meminta elemen suporter tidak terpancing dan terprovokasi.

“Tentu kita ingin pelaku segera ditangkap dan bertanggungjawab atas perbuatannya dan diproses secara hukum. Jadi sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan kita berharap segera ditangkap,” tegasnya.

[cob]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.