Bursa Wall Street Tertekan, Investor Khawatir Inflasi AS Masih Tinggi

portalutama.com – Bursa saham utama di Amerika Serikat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (14/10) kompak berada di teritori negatif.

Indeks Dow Jones, melemah sebesar 1,34% disusul pelemahan indeks S&P 500 yang jatuh sebesar 2,37% dan indeks Nasdaq terkoreksi cukup dalam sebesar 3,08%.

Saham Wall Street ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena investor khawatir tentang data inflasi September di Amerika Serikat yang masih cukup tinggi sebesar 8,2%. Hal in memicu kekhwatiran investor, The Fed akan kembali mengerek suku bunga.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun naik setelah data menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga datar pada bulan September karena inflasi yang tinggi menghambat permintaan.

“Investor terus bertaruh pada kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif,” seperti dikutip Reuters, Senin (17/10).

Musim pendapatan kuartal ketiga AS dimulai dengan catatan positif dengan saham JPMorgan Chase & Co (JPM.N), Wells Fargo & Co (WFC.N) dan Citigroup Inc (C.N) naik setelah laporan mereka.Namun seiring berlalunya sesi, penurunan ekuitas semakin dalam dengan harga minyak mendorong saham energi dan saham konsumen turun tajam.

“Pembeli enggan untuk masuk setelah reli besar pada Kamis”, menurut Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior di Edward Jones.

Mahajan mencatat bahwa saham menuju lebih rendah pada hari Jumat setelah survei University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi yang meningkat.

“Kami kembali melihat data inflasi dengan sangat hati-hati. The Fed memang memperhatikan ekspektasi inflasi. Mereka tentu tidak ingin ekspektasi inflasi mendarah daging dalam sentimen konsumen,” kata Mahajan,

Ia juga mencatat tanda-tanda ketakutan di pasar. Indeks Volatilitas CBOE (.VIX) tetap di atas 30.

Menurut Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, meskipun Wall Street telah reli pada hari Kamis meskipun data inflasi melonjak, investor melihat inflasi puncak belum terbukti dan itu menekan pasar.

BACA JUGA

Inflasi di AS Masih Melambung pada September, Biaya Hidup Makin Mahal

    #Wall Street

    #Bursa

    #Amerika Serikat

    #Give Me Perspective

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

error: Content is protected !!