Bukti Nyata Ambisi Mark Zuckerberg untuk Kuasai Teknologi VR, Sudah Tertuang Sejak 2015!

portalutama.com – Bos Meta Platforms Inc, Mark Zuckerberg melakukan pembelaan atas akuisisi aplikasi kebugaran realitas virtual kepada hakim antimonopoli. Zuck mengungkap bahwa alasannya adalah perusahaan membantu membangun industri realitas virtual yang baru lahir, bukan mendominasinya.

Zuckerberg bersaksi di pengadilan federal di San Jose, California, dengan mengatakan bahwa memiliki pembuat aplikasi Within Unlimited tidak terlalu pengaruh terhadap ambisi Meta. Ia mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk membangun alat komunikasi dan platform untuk aplikasi dari pengembang yang berbeda.

Dia mengatakan dia sangat ingin melihat perusahaan lain membangun produktivitas utama dan aplikasi game untuk menarik audiens massal ke virtual dan augmented reality.

Melansir Reuters di Jakarta, Kamis (22/12/22) Zuckerberg membela usulan akuisisi Meta dalam uji coba profil tinggi atas masa depan bisnis metaverse perusahaan media sosial yang sedang berkembang itu.

Komisi Perdagangan Federal menuduh Meta mencoba membeli jalannya ke puncak industri VR.

Pengacara FTC memulai proses dengan menanyakan kepada Zuckerberg tentang email internal yang ditulisnya pada tahun 2015. Dalam surat itu ia mengatakan bahwa ia berharap Meta untuk membangun sebagian besar layanan aplikasi dan perangkat lunak untuk industri VR.

Zuckerberg menjawab bahwa pemilik platform utama cenderung membangun aplikasi paling populer di bidang keahlian mereka. Ia pun menyamakan penekanan Meta pada komunikasi dengan fokus Microsoft Corp pada produktivitas.

FTC menggugat pemilik Facebook dan Instagram pada bulan Juli untuk menghentikan kesepakatan dengan Within dan meminta hakim untuk memerintahkan keputusan awal. Mereka mengatakan kampanye untuk menaklukkan VR Meta dimulai pada tahun 2014 ketika mengakuisisi Oculus, produsen headset VR.

error: Content is protected !!