BSI Dukung Bantuan Program Keumatan  Melalui MUI 

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (empat dari kiri) menyerahkan secara simbolik bantuan program keumatan kepada Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Marsudi Syuhud (tiga dari kiri) didampingi Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh (paling kiri), Bendahara Umum MUI H Misbahul Ulum (dua dari kiri), Sekretaris Jenderal MUI H Amirsyah Tambunan (lima dari kiri), Komisaris Utama BSI Adiwarman Azwar Karim (Paling kanan).

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendukung dan memperkuat peranan  dalam mengakselerasi pembangunan Islamic ecosystem dalam negeri. 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, untuk membangun Islamic Ecosystem di dalan negeri memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Salah satunya dengan MUI yang  selama ini berperan besar dalam pengembangan ekonomi syariah.  “Kelahiran perbankan syariah di Tanah Air tidak lepas dari peran strategis ulama, khususnya  MUI dalam pengembangan perbankan syariah dengan melakukan pembinaan, pengawasan, dan arahan bagi pengembangan perbankan syariah agar berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Hery.                 

MUI  membentuk Dewan Syariah Nasional MUI (DSN MUI) yang bertujuan untuk melaksanakan tugas MUI dalam menetapkan fatwa atas sistem, kegiatan, produk, dan jasa di lembaga perekonomian, keuangan, dan bisnis syariah, dan mengawasi penerapannya dalam rangka menumbuhkembangkan usaha bidang keuangan bisnis di Indonesia.            

Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, ungkap Hery, sebagai otoritas fatwa atau lembaga ijtihad yang bersifat kolektif, mufti jama’i, memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi, keuangan, dan bisnis syariah  sesuai maqoshid syariah.

“Kerja sama dengan MUI ini merupakan kerja sama strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan  pembangunan nasional. Dengan kerja sama ini diharapkan Islamic Ecosystem yang sedang dibangun bisa segera terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh umat,” tambah Hery.

Islamic Ecosystem merupakan sebuah potensi  ekosistem ekonomi syariah yang dapat dioptimukan untuk kemaslahatan. Data menunjukkan per Agustus 2022, tercatat lebih dari 42 ribu masjid dan 6.500 pondok pesantren yang sudah bekerja sama dengan BSI.

BSI telah mengumpulkan dan menunaikan zakat perusahaan terbesar yang telah dilimpahkan melalui BAZNAS pada mei 2022 lalu yang mencapai Rp 101,5 miliar, sedangkan dana jamaah masjid yang salurkan lewat BSI berada di angka Rp 1 triliun naik 68% secara year on year. Peningkatan dana terbesar terjadi pada penerimaan dari pondok pesantren yang naik 186% ke angka Rp 495 miliar dan peningkatan nasabah sebesar 68% ke angka 6.794 nasabah pada periode yang sama. 

Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro mengatakan, bantuan ini bertujuan agar program kerja dan operasional MUI lebih optimal. “Diharapkan bantuan ini bisa mengoptimalkan peran MUI dalam dalam membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia,” kata Suko. 

Guna pengembangan literasi di lingkungan MUI yang mendukung kemajuan ekosistem halal dari berbagai sisi, BSI dan BSI Maslahat memberikan dukungan dana sebesar Rp 5 miliar dalam acara Silaturahmi dan Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Program Keumatan Melalui Majelis Ulama Indonesia yang dilaksanakan di Gedung Majelis Ulama Indonesia Pusat, Jl. Proklamasi No.51, Menteng Jakarta Pusat.  Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud mengatakan Majelis Ulama Indonesia siap mendorong potensi lembaga keuangan syariah di Indonesia, termasuk diantaranya Bank Syariah Indonesia. “Kami meyakini bahwa ekosistem keumatan ini harus terus dibangun dengan literasi yang menyeluruh dan juga didukung dengan regulasi dan fatwa-fatwa MUI,” ujar KH Marsudi.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.